Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Penanganan Sampah Anorganik Melalui Digitalisasi Operasional Bank Sampah di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan Daudsyah Imami, Ahmad; M. Habib Algifari; Aulia Annas Mufti; Ilham Nofri Yandra; Nurul Aulia Larasati; Dhifaf Athiyah Zhabiyan; Kevin Maghrival; Tio Katarina Marpaung; Ernindah Sormin; Adri Firmansyah; Dion; Rifka Noor; I Wayan Koko; Prayogo, Wisnu
International Journal of Community Service Learning Vol. 7 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v7i3.64253

Abstract

Salah satu pusat perkembangan di Kabupaten Lampung Selatan adalah Kecamatan Candipuro. Wilayah ini tidak luput dari permasalahan persampahan terutama tentang sampah anorganiknya, dimana bank sampah dapat menjadi alternatif solusinya. Selama ini proses pelayanan bank sampah masih menemui banyak kendala. Oleh karena itu dibutuhkan perbaikan sistem yang dapat membantu proses administrasi dan operasional menjadi lebih mudah dan real time. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat digitalisasi operasional bank sampah menggunakan aplikasi Bang Salam. Persentase sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi berdasarkan hasil sampling yang kami lakukan mencapai 20%. Nilai ini menunjukkan potensi besar dimana bank sampah seharusnya dapat dengan mudah mengatasinya melalui prinsip penggunaan kembali (reuse) dan pengolahan kembali (recycle). Alur pengembangan aplikasi dimulai dengan penetuan karakteristik user, pembuatan use case diagram, kemudian membuat diagram alur proses dari setiap fitur. Saat ini, aplikasi Bang Salam versi 1.0 sudah terdaftar di google playstore dan dapat dipasang oleh masyarakat secara cuma-cuma. Aplikasi ini dalam jangka panjang diharapkan dapat menjadi pendukung sistem untuk mencapai lingkungan desa yang bersih dan sehat, sekaligus dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat dan kelompok pengelola bank sampah.
Analisis Kelayakan Ekonomi dan Lingkungan Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Briket Biomassa Mia Erpinda; Fuan Dini Artha Manulang; Aulia Annas Mufti
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.103-112.2026

Abstract

The potential of biomass energy in Indonesia has not been optimally utilized as a sustainable renewable energy alternative, while the use of biomass without processing has the potential to cause environmental impacts. One form of biomass processing that has potential is the production of briquettes using agricultural waste, including rice husks, which have generally only been burned. This study aims to analyze rice husk production and the environmental economic feasibility of its use as biomass briquettes. The methods used include field observations, interviews, and environmental economic feasibility analysis. The results of data collection show that Sumber Agung Village, Suoh District, West Lampung Regency produces 2.5 tons of rice husks per week from 10 rice mills that have been operating for 2–35 years. The feasibility analysis shows a net present value (NPV) of IDR 739,672,991.96, an interest rate of return (IRR) of 10.73%, and a benefit–cost ratio (BCR) of 1.09, indicating that the utilization of rice husks into briquettes is feasible. The results of this study are expected to serve as a basis for consideration in determining the form of sustainable utilization of agricultural waste, particularly rice husks.