p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Wahyu Saputra
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Motivasi, dan Supervisi Terhadap Kinerja Infection Prevention And Control Link Nurse dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit Wahyu Saputra; Sri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54516

Abstract

Latar Belakang: Healthcare-Associated Infections (HAIs) merupakan ancaman serius terhadap keselamatan pasien dengan prevalensi tinggi di negara berkembang. Infection Prevention and Control Link Nurse (IPCLN) memiliki peran strategis dalam implementasi program pencegahan infeksi, namun kinerjanya dipengaruhi berbagai faktor kompleks. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan, motivasi, dan supervisi terhadap kinerja IPCLN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Metode: Penelitian menggunakan desain systematic literature review (SLR) mengikuti pedoman PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan melalui basis data PubMed, Science Direct, ProQuest, Google Scholar, dan Portal Garuda dengan kriteria inklusi artikel 2015-2025 yang membahas pengetahuan, motivasi, atau supervisi terhadap kinerja perawat dalam pencegahan infeksi. Dari 309 artikel teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis menggunakan sintesis naratif tematik. Hasil: Pengetahuan memiliki korelasi kuat dengan kinerja IPCLN (r=0,68; p<0,01), motivasi menunjukkan korelasi tertinggi (r=0,80; p<0,01), dan supervisi berkorelasi signifikan (r=0,60; p<0,01). Ketiga variabel terbukti sebagai determinan signifikan kinerja IPCLN dalam implementasi protokol pencegahan infeksi. Kesimpulan: Pengetahuan, motivasi, dan supervisi berhubungan signifikan dengan kinerja IPCLN, dengan motivasi sebagai prediktor terkuat. Diperlukan pendekatan integratif melalui pendidikan berkelanjutan, sistem manajemen kinerja suportif, dan penguatan kapasitas supervisi untuk optimalisasi program pencegahan infeksi.