Ratnawati Zalukhu
Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi 2 Timotius 3:16-17: Memahami Manfaat Kitab Suci dengan Benar Ratnawati Zalukhu
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 1 No. 1 (2023): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman yang semakin maju dan berkembang ini, sebagian orang menganggap bahwa Alkitab (Kitab Suci) adalah buku yang sudah usang, ketinggalan zaman dan tidak lagi bermafaat, karena zaman ini adalah zaman ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, sebagian orang juga memahami bahwa Kitab Suci adalah tulisan yang diilhamkan oleh Allah sendiri dan tidak dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Kitab suci tetap bermafaat bagi kehidupan orang percaya sepanjang zaman. Walaupun demikian, masih ada orang percaya yang belum memahami dengan tepat manfaat dari Kitab Suci. Orang percaya menganggap bahwa jika kata-kata dari Kitab Suci memberkati, menghibur dan menguatkan, atau dengan kata lain sesuai dengan yang diinginkan maka Kitab Suci tersebut sangat bermanfaat, tetapi jika sebaliknya Kitab Suci mengingatkan, menegur atau menyatakan kesalahan maka seolah-olah Kitab Suci tidak memberi manfaat bagi diri orang percaya. Maka, melalui tulisan ini diharapkan orang percaya dapat memahami manfaat Alkitab dengan benar. Tulisan ini menggunakan riset kualitatif dengan metode eksegese untuk memahami teks 2 Timotius 3:16-17.
Studi 1 Timotius 4:1-16 untuk Memberikan Pemahaman bagi Hamba Tuhan dalam Menghadapi Ajaran Sesat Ratnawati Zalukhu
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 4 No. 1 (2026): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah ajaran sesat sudah ada sejak kekristenan muncul hingga masa kini. Ajaran sesat bisa dikatakan seusia dengan hadirnya kekristenan. Pengertian ajaran sesat yang dimaksud dalam artikel ini adalah ajaran yang menekankan pemahaman iman Kristen secara berat sebelah sehingga teologi dan praktek kesalehannya pada umumnya membengkokan kebenaran Injil. Bahaya ajaran sesat merupakan ancaman bagi gereja, teolog juga jemaat. Maka dalam artikel ini diuraikan dampak-dampak yang akan terjadi pada orang percaya jika hamba Tuhan tidak memiliki pemahaman yang benar dalam menghadapi ajaran sesat. Dampak-dampak tersebut antara lain: pertama, jemaat yang digembalakannya akan tersesat. Kedua, jemaat yang gembalakannya tidak mengalami pertumbuhan secara rohani. Ketiga, jemaatnya akan meninggalkan Kristus. Dampak-dampak tersebut, diharapkan dapat diatasi melalui studi 1 Timotius 4:1-16, karena dalam teks ini ada prinsip-prinsip rohani yang juga bisa diaplikasikan oleh hamba Tuhan masa kini dalam menghadapi ajaran sesat. Prinsip tersebut adalah, seorang hamba Tuhan harus mengajarkan ajaran yang benar, memperhatikan pertumbuhan iman jemaat, mengawasi diri sendiri dan pengajarannya. Di bagian akhir tesis ini diuraikan kesimpulan serta saran yang diberikan bagi para hamba Tuhan masa kini, berdasarkan hasil penelitian dari teks ini. Sehingga studi 1 Timotius 4:1-16 berguna untuk memberi pemahaman bagi hamba dalam Tuhan menghadapi ajaran sesat. Tulisan ini menggunakan riset kualitatif dengan metode eksegese untuk memahami teks 1 Timotius 4:1-16.