Nafis Irkhami
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Instrumen Investasi, Harga Emas, Nilai Kurs Rupiah dan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji terhadap Hasil Investasi Keuangan Haji di Indonesia Agung Kurnia Setiawan; Nafis Irkhami
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v8i4.21022

Abstract

Abstract This research aims to analyze the cause-and-effect relationship of policies on the number of investment instruments, gold prices, rupiah exchange rates and costs of organizing the Hajj on the results of Hajj financial investments in Indonesia.This research uses a population, namely the financial reports of the Hajj Financial Management Agency (BPKH) of the Republic of Indonesia in the 2018-2022 period. Sampling in this research used the saturated sampling method. Hypothesis testing applies the Pearson product moment method using the Eviews tool. The research results show that the variable number of investment instruments has a very strong and significant correlation with the investment results of Hajj funds. The gold price variable has a strong and significant correlation with the investment results of Hajj funds. The exchange rate variable has a very low and insignificant correlation with the investment results of Hajj funds. The variable cost of organizing the Hajj pilgrimage has a moderate and significant correlation with the investment results of Hajj funds. Keywords: Number of Investment Instruments, Gold Price, Rupiah Exchange Rate, Cost of Organizing the Hajj Pilgrimage, Hajj Financial Investment Results
Reinterpretasi Teori Agency dalam Perspektif Fiqh Ekonomi Islam: Prinsip Amanah, Akuntabilitas, dan Keadilan dalam Relasi Keagenan Sirojul Munawwar; Nafis Irkhami
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i1.29554

Abstract

Penelitian ini bertujuan mereinterpretasi teori agency konvensional melalui perspektif Fiqh Ekonomi Islam guna menjawab kelemahan struktural dan etis dalam relasi principal–agent, khususnya terkait moral hazard, adverse selection, dan asimetri informasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis normatif melalui telaah literatur klasik dan kontemporer mengenai teori agency, prinsip Fiqh Muamalah, serta praktik tata kelola lembaga keuangan syariah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori agency konvensional tidak sepenuhnya sesuai dengan kerangka nilai Islam karena hanya bertumpu pada rasionalitas individual dan kepentingan pribadi. Sebaliknya, Fiqh Ekonomi Islam menekankan amanah, keadilan, akuntabilitas, dan maslahah sebagai landasan relasi keagenan. Akad-akad syariah seperti mudharabah, musyarakah, wakalah, ju‘alah, dan ijarah terbukti mengandung struktur pembagian risiko dan insentif yang lebih selaras dengan nilai syariah dibandingkan kontrak konvensional.Pembahasan memperlihatkan bahwa integrasi antara desain kontrak yang jelas, penguatan institusi pengawasan syariah, dan internalisasi nilai-nilai etik mampu menghasilkan model keagenan syariah yang lebih stabil, transparan, dan efektif dalam mengurangi perilaku oportunistik. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan model agency berbasis nilai dalam ekonomi Islam. This study aims to reinterpret conventional agency theory through the perspective of Islamic Economic Jurisprudence (Fiqh al-Muamalah) in order to address its structural and ethical limitations, particularly regarding moral hazard, adverse selection, and information asymmetry within principal–agent relationships. The research employs a descriptive qualitative method with a normative analytical approach by reviewing classical and contemporary literature on agency theory, Islamic commercial law, and governance practices in Islamic financial institutions. The findings indicate that conventional agency theory is not fully compatible with Islamic norms because it relies heavily on individual rationality, self-interest, and mechanistic contractual mechanisms. In contrast, Islamic Economic Jurisprudence emphasizes trust (amanah), justice, accountability, and maslahah as the normative foundations of agency relationships. Islamic contracts such as mudarabah, musyarakah, wakalah, ju‘alah, and ijarah offer risk-sharing structures and incentive mechanisms that are more aligned with Sharia principles than conventional contracts. The discussion reveals that integrating clear contract design, strong Sharia governance institutions, and the internalization of ethical values can produce a Sharia-based agency model that is more stable, transparent, and effective in reducing opportunistic behavior. These findings contribute theoretically to developing a value-based agency framework within Islamic economics.
Peran Akad Murabahah dalam Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Aulia Novika; Nafis Irkhami; Rina Rosia
Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/maro.v9i1.16865

Abstract

Isu pembangunan berkelanjutan semakin menguat karena menuntut keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga memerlukan instrumen keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji peran akad Murabahah dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), dengan menyoroti kesenjangan penelitian terdahulu yang cenderung menitikberatkan pada aspek profitabilitas dan kepatuhan syariah tanpa mengkaji kontribusi keberlanjutannya secara komprehensif. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana praktik akad Murabahah berkontribusi terhadap pencapaian SDGs serta faktor-faktor yang mendukung peran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi pustaka sebagai lokus pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Murabahah, melalui pembiayaan UMKM, penguatan sektor riil, dan pendanaan proyek ramah lingkungan, berkontribusi terhadap pencapaian SDG 8, SDG 9, dan SDG 10. Temuan penelitian ini menawarkan kebaruan berupa pemetaan integratif Murabahah sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi berorientasi keberlanjutan serta pengembangan model Murabahah yang lebih inklusif sebagai agenda penelitian selanjutnya.