Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

LOMBOK AS AN INDONESIAN HALAL TRAVEL DESTINATION Haris, Helmi; Nashirudin, Muh.
Shirkah: Journal of Economics and Business Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.5 KB) | DOI: 10.22515/shirkah.v4i3.277

Abstract

This study examines Lombok, as an Indonesian halal travel destination, through Global Muslim Travel Index (GMTI) analysis. GMTI requires four main indicators of assessing a halal destination, namely access, communication, environment and service. This study finds that Lombok is a promising island to be a halal travel destination, even it will be the best halal tourism place in Indonesia. However, the development of this destination should put in priority. The local government should take part in translating the halal destination concept to the grassroot level of tourism industry, whether in terms of tradition, culture, environment and other main indicators.     Keywords: Lombok, halal tourism, travel destination, GMTI 
LOMBOK AS AN INDONESIAN HALAL TRAVEL DESTINATION Haris, Helmi; Nashirudin, Muh.
Shirkah: Journal of Economics and Business Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.5 KB) | DOI: 10.22515/shirkah.v4i3.277

Abstract

This study examines Lombok, as an Indonesian halal travel destination, through Global Muslim Travel Index (GMTI) analysis. GMTI requires four main indicators of assessing a halal destination, namely access, communication, environment and service. This study finds that Lombok is a promising island to be a halal travel destination, even it will be the best halal tourism place in Indonesia. However, the development of this destination should put in priority. The local government should take part in translating the halal destination concept to the grassroot level of tourism industry, whether in terms of tradition, culture, environment and other main indicators.     Keywords: Lombok, halal tourism, travel destination, GMTI 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT INVESTOR DALAM BERTRANSAKSI SAHAM. (Studi Kasus Pada Investor Galeri Investasi Syariah FEBI UIN Surakarta) Yuni Astuti; Rais Sani Muharrami; Helmi Haris
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 4: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor yang mempengaruhi minat investor dalam bertransaksi saham penting untuk dipahami sebagaimana hal tersebut merupakan referensi untuk literasi pasar modal. Faktor-faktor tersebut adalah pengetahuan tentang investasi saham, saldo minimum, persepsi terhadap return, dan persepsi terhadap risiko saham. Data dalam penelitian ini merupakan data kualitatif dari kuesioner yang didistribusikan kepada 315 investor Galeri Investasi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Data dianalisis dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hipotesis diuji dengan menggunakan Regresi Linear Berganda melalui Program SPSS versi 22. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang investasi saham, modal minimum, dan persepsi terhadap return saham berpengaruh secara positif terhadap minat bertransaksi saham. Sedangkan, persepsi terhadap risiko saham tidak berpengaruh terhadap minat bertransaksi saham.
Pengaruh Sosial,Gaya Hidup,dan Pengendalian Diri terhadap Perilaku Konsumtif Pembelian melalui Shopee Paylater pada Mahasiswa Febi UIN Raden Mas Said Surakarta Sinta Dwi Lestari; Helmi Haris
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i1.21574

Abstract

Kemajuan dari teknologi berdampak pada munculnya paylater yang mampu mempermudah konsumen dalam memenuhi segala kebutuhannya. Dengan hadirnya paylater, mampu mempengaruhi masyarakat terutama generasi milenial menjadi lebih konsumtif. Karena paylater merupakan alat pembayaran elektronik atau nontunai tanpa adanya uang tunai , yang dimana akan membentuk perilaku belanja implusif yaitu seseorang membeli produk tanpa direncanakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh sosial, gaya hidup, dan pengendalian diri terhadap perilaku konsumtif pembelian melalui shopee paylater pada mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh sosial tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumtif pembelian melalui shopee paylater pada mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Namun gaya hidup dan pengendalian diri berpengaruh terhadap perilaku konsumtif pembelian melalui shopee paylater pada mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Kata kunci : shopee paylater, perilaku konsumtif
Influence of Leadership Style, Team Attachment, and Teamwork on the Performance of the Regional Election Winning Team in Indonesia: Research on the Indonesian Independent Farmers Organization of Central Java Province Dyah Ayu Syukma Pertiwi1; Helmi Haris
Admisi dan Bisnis Vol. 26 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/ab.v26i2.6378

Abstract

This study aims to analyze the influence of leadership style, team involvement, and teamwork on the performance of election campaign teams in Indonesia, especially within the Independent Indonesian Farmers organization in Central Java Province. The methodology used is a quantitative approach using purposive sampling techniques, involving 60 respondents as a sample. Data was collected through a Likert scale-based questionnaire to measure respondents' perceptions of the variables studied. Data analysis was carried out using SPSS software, by testing validity, reliability, normality, heteroscedasticity, and applying multiple regression analysis, F test, and T test. The implications of these findings provide strategic insights for the Independent Indonesia Farmers organization to improve the effectiveness of election campaign teams by strengthening effective leadership practices, increasing active involvement of team members in every stage of the campaign, and promoting collaborative synergy among team members to optimally achieve common goals. This research makes an important contribution in the context of election campaign management at the organizational level, by highlighting the importance of internal factors such as leadership and teamwork in achieving expected performance. The next step could involve developing more specific strategies and training programs to reinforce aspects that have been identified as key to success in the context of an election campaign.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, keterlibatan tim, dan kerja tim terhadap kinerja tim kampanye pemilu di Indonesia, khususnya di dalam organisasi Petani Indonesia Mandiri Provinsi Jawa Tengah. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan 60 responden sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap variabel yang diteliti. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS, dengan menguji validitas, keandalan, normalitas, heteroscedastisitas, dan menerapkan analisis regresi berganda, uji F, dan uji T. Implikasi dari temuan ini memberikan wawasan strategis bagi organisasi Petani Indonesia Mandiri untuk meningkatkan efektivitas tim kampanye pemilu dengan memperkuat praktik kepemimpinan yang efektif, meningkatkan keterlibatan aktif anggota tim di setiap tahap kampanye.  dan mempromosikan sinergi kolaboratif antar anggota tim untuk mencapai tujuan bersama yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam konteks pengelolaan kampanye pemilu di tingkat organisasi, dengan menyoroti pentingnya faktor internal seperti kepemimpinan dan kerja tim dalam mencapai kinerja yang diharapkan. Langkah selanjutnya mungkin melibatkan pengembangan strategi dan program pelatihan yang lebih spesifik untuk memperkuat aspek yang telah diidentifikasi sebagai kunci keberhasilan dalam konteks kampanye pemilu