Ken Siwi
Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KECEPATAN PASCA LATIHAN FOOTWORK PADA PEMAIN SEPAK BOLA PERSEGAP REMAJA DI SIDOARJO Cakra Waritsu; Rizky Hatta; Ken Siwi
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v5i2.33105

Abstract

Latar Belakang : Dalam olahraga sepak bola, seorang atlet dituntut memiliki daya tahan yang baik, serta kemampaun kecepatan yang optimal. Sepak bola merupakan cabang olahraga yang mengharuskan kepada setiap pemain untuk memiliki kondisi fisik yang maksimal. Berbagai metode latihan untuk meningkatkan kecepatan salah satunya dengan latihan footwork / kerja kaki, dengan menggunakan alat seperti ladder drill, cone, dan mini hurdle. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menguji pengaruh latihan footwork terhadap peningkatan kecepatan pada pemain sepak bola persegap remaja di Sidoarjo. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian adalah penelitian eksperimental one group pretest-postest design. Teknik penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu sebanyak 15 pemain. Instrumen pengukuran kecepatan yang digunakan adalah T-Test. Alat yang digunakan untuk Lathan adalah ladder drill dan Cone. Uji analisis data menggunakan Shapiro-wilk untuk uji normalitas data dan Wilcoxon untuk uji hipotesis. Hasil : Uji WilcoxonAgility T-test 0,001 berbeda bermakna dengan penurunan rerata Agility T-test 11,2 detik yang berarti ada peningkatan kecepatan pada pemain sepak bola Persegap remaja, di Sidoarjo. Kesimpulan: Latihan Footwork berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan pada pemain sepak bola Persegap remaja di sidoarjo. Kata Kunci : Kecepatan, Ladder Drill, Sepak Bola Persegap Remaja
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FLAT FOOT BILATERAL DENGAN OVERPRONASI DAN RIWAYAT RECURRENT ANKLE SPRAIN Rizky Kurniawan; Ken Siwi
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v5i2.33468

Abstract

Latar Belakang: Flat foot (pes planus) merupakan kelainan struktur kaki yang ditandai dengan penurunan atau hilangnya lengkung longitudinal medial (LLM). Kondisi ini sering menyebabkan keluhan cepat lelah saat berdiri/ berjalan, hilangnya efisiensi biomekanik, hingga gangguan keseimbangan dan nyeri menjalar ke area lumbal. Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas intervensi fisioterapi terpadu dalam mengurangi nyeri, meningkatkan stabilitas ankle, serta memperbaiki fungsi postural pada pasien dengan flexible flat foot bilateral dan riwayat sprain ankle berulang. Metode: Penelitian studi kasus tunggal pada seorang mahasiswi usia 22 tahun dengan BMI 37,4 kg/m² (obesitas kelas II). Evaluasi dilakukan menggunakan Foot Print Test, Jack's Test, Numeric Rating Scale (NRS), dan pengukuran kinesiologi dasar. Intervensi terdiri dari kombinasi TENS, soft tissue massage, stretching, strengthening (towel toe curl, heel raises), balance training, pemasangan arch support insole, dan kinesiotaping. Hasil: Terdapat penurunan keluhan nyeri secara bertahap dari skala NRS 5 (aktivitas berat) menjadi hilang timbul pada taraf ringan, serta peningkatan stabilitas subjektif. Namun, perbaikan struktur lengkung arkus (foot print test) belum menunjukkan perubahan signifikan. Kesimpulan: Intervensi fisioterapi kombinasi efektif dalam meredakan nyeri dan meningkatkan performa fungsional harian, tetapi penanganan deformitas struktur arkus memerlukan kepatuhan intervensi orthotic (insole) jangka panjang dan program manajemen berat badan yang terintegrasi. Kata Kunci:  Flat Foot, Overpronasi, Sprain Ankle, TENS, Exercise Therapy, Insole.