p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Mimbar Administrasi
Nadia Dwi Irmadiani
UNTAG SEMARANG

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONFLIK PERAN GANDA (WORK FAMILY CONFLICT) TERHADAP STRES KERJA : Studi Kasus Pada Karyawan Wanita PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Yogyakarta Nadia Dwi Irmadiani
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 19 No. 1 (2022): April: Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v19i1.573

Abstract

Salah satu yang memiliki peran ganda di dalam studi kasus penelitian ini adalah karyawan wanita yang berkarir di dunia perbankan. Konflik peran ganda terjadi ketika salah satu dari peran yang dijalani menuntut waktu, tenaga dan perhatian lebih sehingga peran lain menjadi terganggu. Konflik peran ganda merupakan salah satu stressor kerja bagi seorang wanita yang bekerja. Seseorang yang mengemban dua peran, rawan mengalami stres kerja karena intensitas peran ganda yang tinggi dari seorang wanita yang bekerja dapat menyebabkan penurunan terhadap kinerjanya karena wanita yang bekerja akan lebih cenderung mengalami depresi, peningkatan keluhan fisik, tingkat energi yang rendah sehingga menyebabkan peningkatan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara konflik peran ganda terhadap stres kerja karyawan wanita PT Bank Mandiri (Persero)Tbk Area Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitaif non eksperimental dengan deskripsi korelasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional random sampling sebanyak 149 sampel. Kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner stress kerja dari American Institute of Stress. Korelasi kedua variabel diuji menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami tingkat konflik peran ganda rendah yaitu sebanyak 119 responden (79,9%). Sebagian besar responden mengalami stres kerja rendah yaitu sebanyak 135 responden (90,6%). Hasil uji statistic dengan menggunakan Spearman Rank didapatkan nilai p value 0,000 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi yaitu (+) 0,615. Nilai ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara konflik peran ganda terhadap stress kerja karyawan wanita PT Bank Mandiri (Persero)Tbk Area Yogyakarta dengan p value 0,000 (p<0,05).
Analysis Of Financial Performance And Service With Hospital Independence In Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang Nadia Dwi Irmadiani
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 20 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v20i2.1127

Abstract

The objective of this study is to examine the financial and service performance of the K.R.M.T Wongsonegoro Regional Hospital in Semarang City, which has been utilizing the Regional Public Service Agency Financial Management Pattern (PKK-BLUD) since 2007. By transitioning into a full (BLUD), the Semarang City RSWN has gained the ability to handle its finances independently, hence enhancing its performance and service quality. The present study incorporates quantitative research employing a time series methodology. The data utilized in this study consists of secondary data obtained from financial records and hospital management reports. The assessment of financial performance is conducted through the utilization of financial measures, encompassing liquidity ratios, solvency ratios, and profitability ratios. In the context of service evaluation, the measurement of service performance encompasses six distinct indicators. These indicators include the Bed Occupancy Rate (BOR), Turn Over Interval (TOI), Bed Turn Over (BTO), Average Length of Stay (ALOS), Gross Date Rate (GDR), and Net Date Rate (NDR). The research hypothesis was examined by the application of Pearson correlation. The findings of the study indicate a significant correlation between financial performance, as assessed by the solvency ratio, and both the cost recovery rate and level of independence. The level of independence exhibits a significant link with service performance, as assessed by BTO.