Hokbyan R.S. Angkat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURVEY KESELAMATAN DI PERLINTASAN SEBIDANG JPL NO 6A KM 3 + 219 JALAN KARYA RAYA Lie, Kefrin Lievaldi; Dewi Linggarsari; Hokbyan R.S. Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24904

Abstract

ABSTRACT A level crossing is formed from a meeting between a road section and a railroad or railroad track. In this study, the crossing which is the subject or research is the level crossing on Jalan Karya Raya which is a form of meeting that can cause trffic jams. It is known that the JPL level crossing No 6a which is on Jalan Karya Raya is an official level crossing guarded by PT.KAI. This crossing includes having a quite busy schedule of passing trains because this railway line is a route between Duri – Tanggerang and can also directly connect to Soekarno Hatta Airport so that during weekdays and traffic rush hours traffic conflicts often occur, such as congestion due ti traffic jams. The schedule of trains passing is very dense and it is common for trains to pass simultaneously at the same time so that the traffic volume increases. The JPL level crossing No 6a has quite complete sign and marking facilities such as automatic train door latch closures, sound signals, JPL officers on guard and road marking. For the condition of the facilities, sign and road marking are all clearly visible to motorists or other road users. ABSTRAK Perlintasan sebidang terbentuk dari perpotongan antara ruas jalan raya dengan jalur kereta api atau lintasan kereta api. Pada penelitian ini, perlintasan yang menjadi bahan penelitian yaitu perlintasan sebidang di Jalan Karya Raya yang merupakan salah satu bentuk pertemuan yang dapat menimbulkan kemacetan. Diketahui perlintasan sebidang JPL No 6a ini yang berada di Jalan Karya Raya merupakan perlintasan sebidang resmi yang dijaga oleh PT.KAI. Perlintasan ini termasuk memiliki jadwal kereta api melintas yang cukup padat karena jalur kereta api ini merupakan jalur antara Duri-Tanggerang dan bisa juga langsung menghubungkan ke Bandara Soekarno Hatta sehingga pada saat hari kerja dan jam sibuk lalu lintas sering terjadi konflik lalu lintas, seperti kemacetan karena jadwal kereta api melintas yang sangat padat dan sering terjadinya kereta api melintas secara bersamaan di waktu yang sama sehingga volume lalu lintas meningkat. Perlintasan sebidang JPL No 6a memiliki fasilitas rambu-rambu dan marka yang cukup lengkap seperti adanya penutup palang pintu kereta otomatis, adanya isyarat suara, adanya petugas JPL yang berjaga dan marka jalan. Untuk kondisi fasilitas rambu-rambu dan marka jalan semua terlihat jelas oleh pengendara atau pengguna jalan lainnya.
STUDI KESELAMATAN DI PERLINTASAN SEBIDANG JPL NO. 5A KM 2 + 285 JALAN HADIAH Marsa, Rivelieno Rai Marsa; Dewi Linggasari; Hokbyan R.S. Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24907

Abstract

AbstractA train is a railroad facility that runs alone or together with other railroad vehicles and can move along the track when the train is running. A railroad crossing is an example of a road and rail meeting, where traffic jams and accidents often occur. In this study the research location was at JPL No. 5a on Jalan Hadiah, Grogol Petamburan, West Jakarta, between Grogol and Pesing stations. This location is one busy intersection. This railroad crossing has a very busy train schedule both on weekdays and weekends. The purpose of this study was to determine the level of safety by assessing the integrity of the signs, the geometry of the crossing, the daily traffic volume, and the characteristics of road users at JPL No. 5a KM2+285. Based on the results of the survey conducted, from the aspect of the completeness of the signs, there are still many that are not yet available and the SMPK obtained is 39.435 smpk, 42.066 smpk, and 40.432 smpk where these results exceed the applicable standards of 3.,000 smpk. The most common types of violations that occur are vehicles waiting in the opposite lane with a probability level of 100% and severity level 3 including the extreme risk categoryAbstrak Kereta api adalah sarana perkeretaapian yang berjalan sendiri atau bersama dengan sarana perkeretaapian lainnya dan dapat bergerak sepanjang lintasan saat kereta api berjalan. Sebuah perlintasan kereta api adalah contoh pertemuan jalan raya dan kereta api, dimana sering terjadinya kemacetan lalu lintas. Pada penelitian ini lokasi penelitian berada di JPL No. 5a di Jalan Hadiah, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, antara stasiun Grogol dan Pesing. Lokasi ini merupakan salah satu perlintasan yang padat. Perlintasan kereta api ini memiliki jadwal kereta api yang sangat padat baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Dilakukannya penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui tingkat keselamatan dengan menilai keutuhan rambu, geometrik perlintasan, volume lalu lintas harian, dan karakteristik pengguna jalan di JPL No. 5a KM2+285. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, dari aspek kelengkapan rambu, masih banyak yang belum tersedia dan SMPK yang didapat yaitu sebesar 39.435 smpk, 42.066 smpk, dan 40.432 smpk dimana hasil tersebut melebihi standar yang berlaku yaitu sebesar 35.000 smpk. Jenis pelanggaran yang paling sering terjadi yaitu kendaraan menunggu di lajur yang berlawanan arah dengan tingkat probability 100% dan tingkat severity 3 termasuk kategori extreme risk.