Industri di Indonesia mengalami masa-masa sulit Ketika pandemi Covid-19. Pada saat pandemi, banyak industri yang terpaksa menurunkan target produksi karena menurunnya permintaan dan juga kebijakan pemerintah terkait pembatasan jam kerja kantor (WFO). Saat ini industri di Indonesia memasuki masa Ekspansi, sektor industri manufaktur alat berat sebagai contohnya, tahun 2022, total penjualan alat berat mencapai 8,806 unit. Ditahun 2023 mencapai 8,066. Tahun 2024 target penjualan alat berat di Indonesia adalah 8,000 unit. Hal ini menandakan pasar alat berat di Indonesia masih cukup menjanjikan. Untuk memenuhi target penjualan tersebut semua komponen untuk mendukung produksi harus tercukupi. Salah satu komponen dalam rantai produksi adalah ketersediaan bahan baku utama untuk komponen alat berat. Penelitian dilakukan pada PT Katsushiro Indonesia, sebuah perusahaan yang memproduksi komponen alat berat di Indonesia. Katsushiro Global System (KGS) adalah sistem yang terintegrasi ke semua Perusahaan Katsushiro Group. Dengan sistem ini kebutuhan bahan baku bisa selalu update riil time. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PT Katsushiro Indonesia sudah menerapkan sistem perencanaan bahan baku untuk pemenuhan kebutuhan produksi, namun masih ditemukan kendalan di lapangan. Untuk itu diharapkan manajemen dan pimpinan perusahaan segera membuat standarisasi level aman persediaan bahan baku untuk mengantisipasi keterlambatan kedatangan bahan baku, agar proses produksi di perusahaan berjalan lancar.