ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi teknologi digital terhadap ketahanan usaha pada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) perempuan sektor makanan di empat kota di Jawa Barat, serta menguji peran mediasi pemberdayaan perempuan dan moderasi literasi keuangan dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin, kemudian dianalisis untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan ketahanan usaha, pemberdayaan perempuan, dan literasi keuangan berada pada kategori tinggi. Pengujian hipotesis membuktikan bahwa adopsi teknologi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan usaha. Selain itu, adopsi teknologi digital juga berpengaruh terhadap pemberdayaan perempuan, yang selanjutnya berpengaruh terhadap ketahanan usaha. Pemberdayaan perempuan terbukti memediasi hubungan antara adopsi teknologi digital dan ketahanan usaha. Lebih lanjut, literasi keuangan memperkuat pengaruh adopsi teknologi digital terhadap ketahanan usaha sebagai variabel moderasi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pemanfaatan teknologi digital, penguatan kapasitas pengambilan keputusan perempuan, serta peningkatan kompetensi keuangan merupakan faktor penting dalam membangun ketahanan usaha pada skala mikro dan kecil.Kata kunci: Digital Technology Adoption, Business Resilience, Women’s Empowerment,dan Financial Literacy