This Author published in this journals
All Journal Guru Membangun
Hastuti Hastuti
Pascasarnajana STKIP Pembangunan Indonesia Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENERAPKAN MANAJEMEN MUTU SMP NEGERI 2 ARUNGKEKE Al Akbar; Hastuti Hastuti; Suwardi Annas; Muh. Yahya
Guru Membangun Vol 40, No 2 (2021): Volume 40 Number 2, Desember 2021
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gm.v40i2.50654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Peran kepala sekolah dalam menerapkan manajemen mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, 2) Faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam menerapkan manajemen mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, tenaga pendidik dan tenega kependidikan sebagai informan penelitian sedangkan objek dalam penelitian ini adalah SMP Negeri 2 Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam penelitian dengan dibantu pedoman observasi dan pedoman wawancaa. Teknik analisis data yang digunakan yakni, reduksi data, penyajian data, validasi dan penarikan kesimpulan. Trigulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data sumber dan trigulagi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan manajemen mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Arungkeke,  yaitu : (a) kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat dan (b) menerapkan manajemen kepemimpinan. 2) Faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam menerapkan manajemen mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Arungkeke yaitu : faktor pendukung (a) gotong royong dan kekeluargaan (b) memberikan kesempatan kepada guru dalam kegiatan diklat penerapan profesi (c) memfasilitasi segala kegiatan sekolah, faktor penghambat (a) kurangnya motivasi dan semangat kepala sekolah (b) kurangnya kemampuan kepemimpinan kepala sekolah (c) kurangnya sarana dan prasarana dan (d) rendahnya sikap mental.