Dalam bidang kesehatan sudah sering dijumpai peralatan yang digunakan untuk pendeteksi kesehatan dan jenis penyakit dalam tubuh. Oleh karena itu, peralatan yang digunakan umumnya sudah mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini di indonesia minim dengan pengetahuan dan pemantauan dini, sehingga banyak wanita di indonesia yang terkena kanker leher rahim diantaranya mulai dari usia 15-24 tahun (0,67%), usia 25-34 tahun (11,25%), usia 35-44 tahun (31,40%) dan yang paling sering ditemukan yaitu pada usia 45-54 tahun (42,40%). Kanker serviks banyak ditemukan sudah dalam keadaan stadium lanjut mencapai 80% diantaranya stadium I ( 19,1%), stadium II (32,0%), stadium III (40,7%), stadium IV (7,4%) dan tidak diketahui sebanyak (0,7%). Sehingga banyak menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dibangunlah sebuah aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosis kanker leher rahim, yang dapat digunakan untuk mempelajari tentang kanker leher rahim berdasarkan pemeriksaan fisik. Dengan menggunakan metode kombinasi yaitu Metode Forward Chaining dan metode Dempster Shafer. Penerapan sistem pakar ini dapat diterapkan sesuai dengan yang diharapkan, apabila aplikasi ini dapat membantu masyarakat umum dalam melakukan deteksi dini, pencegahan dan pengobatan penyakit kanker leher rahim serta sebagai sarana untuk menerapkan kecerdasan seorang pakar dalam analisis dan pendeteksian kanker leher rahim.