Lutfi Abdullah Mauludin
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA RELIGI MAKAM KYAI AGENG MUHAMMAD BESARI DALAM PENINGKATAN Lutfi Abdullah Mauludin
Al-Kalam Jurnal Komunikasi, Manajemen dan Bisnis Vol 11, No 1 (2024): Januari: Al Kalam Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Manajemen
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-kalam.v11i1.12415

Abstract

Pengembangan wisata merupakan suatu bentuk kegiatan untuk menjaga aset-aset budaya, pengembangan wisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Strategi Pengembangan Wisata Religi Makam Kyai Ageng Muhammad Besari dalam Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian pengelola wisata religi makam Kyai Ageng Muhammad Besari sudah menerapkan strategi pengembangan wisata religi, yang dimana terdapat unsur-unsur yang perlu diperhatikan seperti menjaga aset budaya, pasrtisipan masyarakat, dan perencanaan dan pengendalian pembangunan. Hal ini dilihat dari sikap pengelola mempertahankan keaslian makam Kyai Ageng Muhammad Besari yang sempat mengalami renovasi dan dikembalikan kebentuk asal. Pasrtisipan masyarakat untuk bergotong royong mengembangkan dan membersihkan lingkungn makam sangat tinggi. Kemudian perencanaan dan pengendalian bangunan di wisata religi makam Kyai Ageng Muhammad Besari sangat baik, ditahun 1976 mengalami perubahan bentuk tembok makam, selanjutnya dtahun 1998 direnovasi dan dikembalikan kebentuk awal. Namun dalam perencanaan dan pengendalian pembangunan mash belum maksimal. Kesejahteraan ekonomi masyarakat juga sudah dapat dikatakan sejahtera melihat rata-rata pendapatan masyarakat Rp. 1.500.000 — Rp 2.500.000 dan  mayoritas masyarakat lulusan SMA (Sekolah Menengah Akhir) serta memberkan pendidikan yang baik untuk anak-anaknya. Untuk kesehatan masyarakat mayoritas sudah memiliki jaminan kesehatan