Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Inflasi dan Suku Bunga terhadap Return Saham Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bei Periode (2020-2024) Reski Amelia; Abdul Mutthalib; Andi Tenri Syahriani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap return saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang dapat menurunkan daya beli masyarakat serta memengaruhi kinerja perusahaan Komalasari et al., (2024) , sedangkan suku bunga menjadi indikator penting dalam menentukan keputusan investasi karena berkaitan dengan biaya modal dan tingkat keuntungan Dwijayanti, (2021)Perubahan variabel makroekonomi tersebut dapat memberikan sinyal bagi investor dalam menentukan keputusan investasi di pasar modal Silaban, (2020) Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 perusahaan perbankan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan perbankan. Sebaliknya, suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, yang mengindikasikan bahwa peningkatan suku bunga mendorong investor beralih ke instrumen investasi yang lebih aman. Secara simultan, inflasi dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan perbankan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan return saham sebesar 7,71%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.