Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas kombinasi terapi musik dan aromaterapi terhadap penurunan tingkat kecemasan anak thalasemia selama transfusi darah Mercy Nafratilova; Andra Saferi Wijaya; Kheli Fitria Annuril
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.1978

Abstract

Background: Thalassemia is a chronic genetic disease that requires repeated blood transfusions throughout life. Transfusion procedures often cause anxiety in children due to the pain, invasiveness, and length of the transfusion. Untreated anxiety can affect a child's psychological well-being and reduce their quality of life. Non-pharmacological interventions such as music therapy and aromatherapy have been shown to have a relaxing effect. Purpose: To determine the effect of non-pharmacological interventions such as music therapy and aromatherapy on anxiety levels in children with thalassemia during blood transfusions. Method: This study used a quasi-experimental design with a pre-posttest approach. The study was conducted in the thalassemia ward of Dr. M. Yunus Regional General Hospital, Bengkulu, from June to July 2025. The sample consisted of 30 thalassemia children undergoing routine blood transfusions. Anxiety levels were measured using the STAIC questionnaire before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The mean anxiety score before the intervention was 29.33 (SD = 2.83) and after the intervention was 28.00 (SD = 3.61). The Wilcoxon test yielded a Z-value of -2.817 with a p-value of 0.005, indicating a significant difference in children's anxiety levels before and after the intervention. Conclusion: Music therapy and aromatherapy effectively reduced anxiety in children with thalassemia during blood transfusions, although most remained in the moderate anxiety category. This intervention can be recommended as a complementary therapy to improve children's comfort during medical procedures.   Keywords: Aromatherapy; Anxiety; Blood Transfusion; Children; Combination; Music Therapy; Thalassemia.   Pendahuluan: Thalasemia merupakan penyakit genetik kronis yang membutuhkan transfusi darah berulang sepanjang hidup. Prosedur transfusi sering menimbulkan kecemasan pada anak akibat rasa nyeri, proses medis yang invasif, serta lamanya waktu transfusi. Kecemasan yang tidak diintervensi dapat berdampak pada kondisi psikologis anak dan menurunkan kualitas hidup. Intervensi non-farmakologis seperti terapi musik dan aromaterapi terbukti mampu memberikan efek relaksasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh intervensi non-farmakologis terapi musik dan aromaterapi terhadap tingkat kecemasan anak dengan thalasemia saat menjalani transfusi darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pre–post test. Penelitian dilaksanakan di ruang thalassemia RSUD dr. M.Yunus Bengkulu pada bulan Juni-Juli 2025. Sampel berjumlah 30 anak thalasemia yang menjalani transfusi darah rutin. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner STAIC sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rerata kecemasan sebelum intervensi sebesar 29.33 (SD = 2.83) dan setelah intervensi sebesar 28.00 (SD = 3.61). Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -2.817 dengan nilai p = 0.005, menunjukkan terdapat perbedaan signifikan tingkat kecemasan anak sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan: Terapi musik dan aromaterapi efektif menurunkan kecemasan anak dengan thalasemia saat transfusi darah, meskipun sebagian besar masih berada pada kategori kecemasan sedang. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer untuk meningkatkan kenyamanan anak selama prosedur medis. Kata Kunci: Anak; Aromaterapi; Kecemasan; Kombinasi; Terapi Musik; Thalasemia; Transfusi Darah.
The Effectiveness of Multimedia and Educational Games on Children’s Knowledge and Attitudes Toward Diabetes Mellitus Mercy Nafratilova; Andra Saferi Wijaya; Rahma Annisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56093

Abstract

The incidence of Diabetes Mellitus (DM) in children has increased substantially, reaching nearly seventy times compared to reports in 2010. This trend is associated with high consumption of sugary foods and beverages, rising rates of overweight and obesity, and unhealthy lifestyle patterns among children. However, more than half of children demonstrate limited knowledge regarding DM, its risk factors, and preventive strategies. This study aimed to examine the effectiveness of a Diabetes Mellitus health education intervention using multimedia and educational games on elementary school children’s knowledge and attitudes toward DM. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied. A total of 127 elementary school children were selected using purposive sampling. Knowledge and attitudes were measured before and after the intervention. The results showed an increase in the mean knowledge score from 67.87 at pretest to 78.43 at posttest, while the mean attitude score improved from 33.13 to 34.96. The Wilcoxon signed-rank test indicated a statistically significant difference in knowledge scores before and after the intervention (p < 0.05). These findings demonstrate that multimedia- and educational game–based health education effectively improves children’s knowledge and attitudes toward Diabetes Mellitus
Improving Adolescent Knowledge on the Dangers of Smoking and Drug Abuse Through Community-Based Health Education in Kuala Lempuing Village, Bengkulu City Hermansyah Hermansyah; Mercy Nafratilova; Zadam Marita; Meidyah Pitaloka
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT VOL 5 NO 1 APRIL 2026
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v5i1.640

Abstract

Background: Cigarette smoking and the abuse of Narcotics, Psychotropics, and Other Addictive Substances (NAPZA) remain major public health issues that negatively impact physical, mental, and social health. Adolescents are particularly vulnerable due to peer influence, environmental exposure, and limited knowledge about the long-term risks of smoking and NAPZA. In RT 11 and RT 12 RW 03, Kelurahan Kuala Lempuing, household smoking and low awareness about NAPZA dangers remain prevalent.Aims: This community service activity aims to increase adolescents’ knowledge and awareness of the dangers of cigarette smoking and NAPZA abuse, as well as prevention strategies.Methods: The intervention was conducted through health education using lectures, discussions, question-and-answer sessions, and informational leaflets. A pre-test and post-test design was applied to 26 participants from RT 11 and RT 12, RW 03, Kelurahan Kuala Lempuing, on December 18, 2025. Data were analyzed descriptively to compare pre-test and post-test scores.Results: Participants’ knowledge improved after the intervention. Before education, smoking knowledge was fair among 53.8% and poor among 46.2% of participants, while NAPZA knowledge was fair among 61.5% and poor among 23.1%. After education, 92.3% of participants achieved good knowledge for both smoking and NAPZA, while 7.7% remained in the fair category.Conclusion: Health education improved community knowledge and awareness regarding smoking and NAPZA and supports ongoing educational programs to reduce smoking and NAPZA use in the target area.
Deteksi Dini Anemia dan Edukasi Terstruktur Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Praktik Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Mercy Nafratilova; Halimah Halimah; Septiyanti Septiyanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25613

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak pada konsentrasi belajar, kebugaran, dan kualitas kesehatan di masa mendatang. Upaya pencegahan yang efektif perlu dilakukan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan yang terstruktur di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar hemoglobin (Hb) serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pencegahan anemia di SMP 04 di wilayah kerja Puskesmas Jalan Gedang, Kota Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2026 dengan sasaran remaja putri usia 11–15 tahun. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan skrining Hb pada tanggal 14–15 Januari 2026, serta edukasi selama dua hari pada tanggal 19–20 Januari 2026 yang mencakup materi proses terjadinya anemia, dampak menstruasi lebih dari tujuh hari, personal hygiene, pola makan gizi seimbang tinggi zat besi, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), Gerakan Cegah Anemia (GECA), dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 56% remaja putri mengalami anema ringan, 10,8% anemia sedang, dan 7% mengalami anemia berat. Serta adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi dan demonstrasi dan peningkatan skor pre test-post test (84.95-93.95). Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi skrining dan edukasi interaktif berbasis sekolah dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif dalam mendukung pencegahan anemia pada remaja putri secara berkelanjutan. Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Skrining Hemoglobin, Edukasi Kesehatan, Pencegahan Anemia.  ABSTRACT Anemia among adolescent girls remains a significant public health problem that affects learning concentration, physical fitness, and future health outcomes. Effective prevention efforts are needed through early detection and structured health education in school settings. This community service activity aimed to conduct hemoglobin (Hb) screening and to improve the knowledge and awareness of adolescent girls regarding anemia prevention at SMP 04 in the working area of Puskesmas Jalan Gedang, Bengkulu City. The activity was carried out in January 2026 targeting adolescent girls aged 11–15 years. The method consisted of preparation, implementation of Hb screening on January 14–15, 2026, and a two-day educational intervention conducted on January 19–20, 2026. The educational materials covered the pathophysiology of anemia, the impact of menstruation lasting more than seven days, personal hygiene, balanced nutrition with high iron intake, iron supplementation (iron tablets), the Anemia Prevention Movement (GECA), and hygiene and healthy lifestyle practices. The results showed that 56% of participants had mild anemia, 10.8% moderate anemia, and 7% severe anemia. There was also an improvement in participants’ knowledge after the intervention, indicated by active participation during discussions and demonstrations, as well as an increase in pre-test and post-test scores (84.95 to 93.95). This activity demonstrates that the combination of screening and interactive school-based education can serve as an effective community service model in supporting sustainable anemia prevention among adolescent girls. Keywords: Anemia, Adolescent Girls, Hemoglobin Screening, Health Education, Anemia Prevention.
EFEKTIFITAS INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA BERBASIS TRANSKULTURAL NURSING DENGAN APLIKASI ANDROID TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING Andra Saferi Wijaya; Mercy Nafratilova
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i2.1150

Abstract

Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mencatat prevalensi 18,86% pada tahun 2022. Faktor budaya seperti pantangan makanan dan pola asuh tradisional yang kurang tepat turut memperburuk kondisi gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang didukung aplikasi Android SIPENTING dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan keluarga untuk pencegahan stunting pada balita. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen pre–post dengan kelompok kontrol. Sebanyak 80 keluarga balita berisiko stunting dipilih secara purposive. Kelompok intervensi menerima pendampingan keperawatan berbasis budaya melalui aplikasi SIPENTING selama delapan minggu, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima edukasi standar melalui leaflet. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,001) pada kelompok intervensi untuk semua variabel yang diukur. Skor pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan transkultural meningkat secara bermakna, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti. Proporsi stunting juga menurun dari 37,5% menjadi 23,8% setelah intervensi.Kesimpulan: Intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang dipadukan dengan aplikasi Android efektif meningkatkan perilaku pencegahan stunting dan praktik pengasuhan keluarga. Pendekatan ini dapat mengatasi hambatan budaya dan menjadi model berbasis bukti yang dapat diadopsi dalam upaya penanggulangan stunting di tingkat komunitas.