p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Informasi
Deli Lilia
STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kandungan Fluorida Pada Air Sumur Gali Dan Kebiasaan Menggosok Gigi Terhadap Karies Gigi Pada Siswa MIN 2 Muara Enim Eka Herlina; Deli Lilia
Media Informasi Vol. 19 No. 2 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v19i2.269

Abstract

Dental caries is a type of disease that can be found in individuals of various age groups, especially in children throughout the world. The aim of this research was to determine the relationship between fluoride content in dug well water and personal hygiene on dental caries in MIN 2 students in Muara Enim. The research design used is a cross-sectional research design. The population in this study included 195 students in grades 2 and 3 who attended MIN 2 Muara Enim. From the results of the analysis, it was found that out of 130 respondents, 61 (46.9%) had fewer dental caries compared to 69 (53.1%) who had no dental caries. From the results of the analysis, it is known that the proportion of 130 respondents who found that the fluoride content in dug well water did not meet the requirements was 80 (61.5%) more than the 50 (38.5%) whose fluoride content in dug well water met the requirements. There were 81 (62.3%) respondents with bad tooth brushing habits compared to 49 (37.7%) respondents with good tooth brushing habits. The Chi square test results obtained a value of 0.011 < (0.05). This means that there is a significant relationship between the fluoride content in dug well water and dental caries in MIN 2 students in Muara Enim. Likewise, the results obtained for the tooth brushing variable with dental caries in MIN 2 students in Muara Enim had a ρ value of 0.000 < (0.05).
Hubungan Kondisi Fisik Dan Sanitasi Sumur Gali Terhadap Keberadaan Bakteri Coliform Dalam Air Sumur Gali Tika Triana; Deli Lilia
Media Informasi Vol. 19 No. 2 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v19i2.295

Abstract

Pendahuluan: Pencemaran air merupakan suatu proses masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, dan atau komponen lain kedalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sarana sumur gali yang airnya digunakan sebagai bahan baku air minum oleh masyrakat desa Tanjung Jati pada penelitian ini sebanyak 115 sumur gali di Desa Tanjung Jati wilayah kerja puskesmas Muara Enim. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 115 sumur gali. Hasil: Dari hasil analisis diketahui bahwa dari 115 proporsi kejadian responden pada kondisi fisik sumur gali tidak baik dengan keberadaan bakteri Coliform yang tidak memenuhi syarat 56 (81,2%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi kejadian responden pada kondisi fisik sumur gali baik dengan keberadaan bakteri Coliform yang tidak memenuhi syarat 16 (34.8%). Kesimpulan: Hasil uji Chi square didapatkan ρ value 0,000 < (0,05). Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap kondisi fisik sumur gali dengan keberadaan bakteri Coliform, Hasil uji Chi square didapatkan ρ value 0,007 < (0,05). Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap jarak jamban dari sumur gali dengan keberadaan bakteri Coliform, Hasil uji Chi square didapatkan ρ value 0,002 < (0,05). Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap jarak Septic Tank dari sumur gali dengan keberadaan bakteri Coliform, Hasil uji Chi square didapatkan ρ value 0,000 < (0,05). Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap jarak sumber pencemar lain dari sumur gali dengan keberadaan bakteri Coliform Di Desa Tanjung Jati Wilayah Kerja Puskesmas Muara Enim tahun 2023.
Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Bahaya Pediculus Capitis pada Siswa di SD Nesti Yunita; Deli Lilia
Media Informasi Vol. 19 No. 2 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v19i2.296

Abstract

Pendahuluan: Penyakit yang di sebabkan oleh parasit disebut dengan Pediculus capitis menggigit kulit kepala, sehingga menimbulkan rasa gatal, infeksi, dan tidak percaya diri karena dijauhi teman-temannya. Pediculus capitis menyerang kulit kepala dimana telurnya sering dijumpai pada regio occipital dan retro auricular. Gatal merupakan gejala utama dari Pediculosis capitis. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Quasi Eksperimen Pre Test dan Post Test. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas 1 sampai dengan kelas 5 sebanyak 40 siswa SD N 17 Harapan Jaya Muara Enim.. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 sampai dengan kelas 5 SD N 17 Harapan Jaya Muara Enim. Hasil: Berdasarkan analisis dapat diketahui nilai rata-rata siswa sebelum penyuluhan 6,90 dari 20 soal. Nilai paling tinggi 10 dan yang paling rendah 4. Nilai yang paling banyak di peroleh siswa 7. Berdasarkan analisis dapat diketahui nilai rata-rata siswa setelah penyuluhan 16,48 dari 20 soal. Nilai paling tinggi 20 dan yang paling rendah 12. Nilai yang paling banyak di peroleh siswa 18. Kesimpulan: Berdasarkan analisis diketahui Nilai rata-rata setelah post test 16,48 ≥ nilai pre test 6,90. Hasil analisis bivariat di peroleh p value 0,000. Artinya ada perbedaan rerata nilai siswa sebelum dan sesudah penyuluhan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian DBD Neli Yuslita; Zanzibar; Deli Lilia
Media Informasi Vol. 19 No. 2 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v19i2.297

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, khususnya nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia. Tujuan: Diketahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di Kelurahan Pasar Muaradua wilayah kerja puskesmas Muaradua tahun 2023. Metode:Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga Kelurahan Pasar Muaradua wilayah kerja puskesmas Muaradua yaitu 1.370 jiwa. Sampel dari keseluruhan populasi yaitu kepala keluarga Kelurahan Pasar Muaradua wilayah kerja puskesmas Muaradua yaitu 384 pasien. Hasil: Dari hasil analisis di ketahui bahwa dari 384 proporsi kejadian responden yang tidak rutin menaburkan abate di penampungan air yang ditemukan jentiknya dengan responden dengan hasil laboratorium (+) sebanyak 35 (21,2%) dari 384 proporsi kejadian responden yang menggantung baju di dalam ruangan dengan responden dengan hasil laboratorium (+) sebanyak 40 (22,3%) dan dari 384 proporsi kejadian responden bila responden menggunakan obat nyamuk pada jam 10 pagi dan jam 3 siang dengan responden dengan hasil laboratorium (+) sebanyak 23 (18,0%). Kesimpulan: Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000< (0,05). Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap pemakaian bubuk abate dengan kejadian DBD, Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000< (0,05). Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap kebiasaan menggantung baju dengan kejadian DBD dan Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,042< (0,05). Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap penggunaan obat nyamuk dengan kejadian DBD.