Siti Duwi Lestari
Universitas Muhamadiyah Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN MAIN HAKIM SENDIRI DI TINJAU DARI PRESFEKTIF VIKTIMOLOGI Siti Duwi Lestari; Reza Agustin; Aster Sharon Destamara; Yusuf Sefudin
Wijayakusuma Law Review Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/wlr.v5i2.256

Abstract

Abstract Lately, there has been a lot of news in the media, both online and conventional media, about the crime of vigilantism. Vigilantism is an action that can harm the perpetrator and even set a bad precedent for other communities. This results in the behavior of criminals being imitated when encountered or found by the community when they commit crimes in their own environment. Public unrest against the crimes that are often encountered makes some people who feel their security, peace of mind is disturbed and no longer trust law enforcement officials, so they take the law into their own hands against the perpetrators of crimes without following the applicable legal process. In these conditions, the role and function of the police to prevent actions that lead to vigilantism becomes important. Keywors : vigilante crime, victimology. Abstrak Akhir-akhir ini banyak sekali pemberitaan di media, baik di media online maupun konvensional yaitu tentang tindak pidana main hakim sendiri. Main hakim sendiri merupakan tindakan yang dapat merugikan pelakunya dan bahkan menjadi preseden buruk bagi masyarakat lain. Hal ini mengakibatkan perilaku pelaku kejahatan ditiru ketika ditemui atau ditemukan oleh masyarakat ketika mereka melakukan tindak pidana di lingkungannya sendiri. Keresahan masyarakat terhadap aksi kejahatan-kejahatan yang sering di temui membuat sebagian masyarakat yang merasa keamanan, ketentramannya terganggu dan sudah tidak mempercayai dengan aparat penegak hukum, sehingga melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan tanpa mengikuti proses hukum yang berlaku. Dalam kondisi seperti ini, peran dan fungsi kepolisian untuk mencegah tindakan yang mengarah pada tindakan main hakim sendiri menjadi penting. Kata Kunci : Tindak pidana main hakim sendiri, Viktimologi
TINJAUAN VIKTIMOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA PENIPUAN ARISAN ONLINE Siti Duwi Lestari; Yusuf saefudin
Wijayakusuma Law Review Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Wijayakusuma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51921/wlr.v5i2.258

Abstract

Abstract Online arisan is a group collection of money using a lottery system that is conducted online or without face-to-face contact. This is effective for people who want to join online arisan because it is easy to interact with online arisan and arouse people's interest in joining online arisan. However, this convenience can also have a negative impact, especially regarding the possibility of online arisan. Therefore, the purpose of this paper is to find out how crimes related to victims of online arisan fraud and their legal protection efforts in Indonesia. The research method used in this research is Normative Juridical research. Normative Juridical Research: Normative juridical research uses a statutory approach or secondary material. Article 378 of the Criminal Code regulates this. Although the criminal provisions regarding fraud are not specifically explained, people who commit online fraud must be held accountable for their actions by imposing sanctions on the perpetrators. Keywords : Crime of fraud, Victimology, Online Arisan Abstrak Arisan online adalah pengumpulan uang secara berkelompok dengan menggunakan sistem undian yang dilakukan secara online atau tanpa kontak tatap muka. Hal ini efektif bagi masyarakat yang ingin mengikuti arisan online karena mudahnya berinteraksi dengan arisan online dan menggugah minat masyarakat untuk mengikuti arisan online. Namun, kemudahan ini juga dapat berdampak buruk, terutama mengenai kemungkinan arisan online. Maka tujuan penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kejahatan yang berhubungan dengan korban tindak pidana penipuan arisan online serta upya perlindungan hukumnya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Yuridis Normatif. Penelitian Yuridis Normatif: Penelitian yuridis normatif menggunakan pendekatan perundang-undangan atau bahan sekunder. Pasal 378 KUHP mengatur hal ini. Meskipun ketentuan pidana mengenai penipuan tidak dijelaskan secara spesifik, orang yang melakukan penipuan online harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan memberikan sanksi kepada pelakunya. Kata Kunci : Tindak Pidana Penipuan, Viktimologi, Arisan Online