Muhibban
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al Wafa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ases Pertimbangan MUI Dalam Pemberian fatwa Dalam Qaul Dhaif M.Fikri Al Jundi; Abdul Malik Ibrohim; Muhibban
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is not uncommon for the MUI to use qaul dhoif in giving fatwas to people where the legal status of qaul dhoif is very weak in Islam. The aim of this research is to analyze the considerations of the Indonesian Ulema Council (MUI) in issuing fatwas that use qawa'id fiqhiyyah and hadith dhaif as a legal basis. The methods used in this research include a literature review of fatwas issued by the MUI as well as a qualitative analysis of the decision-making process in the social and cultural context of Indonesian society. The research results show that the MUI critically evaluates the quality and relevance of qaul dhaif before using it in a fatwa, taking into account aspects of the narrator's reliability, the connectedness of the sanad, and the consistency of the content with sharia principles. In addition, the use of qawa'id fiqhiyyah in MUI fatwas is not only limited to aspects of worship, but also covers contemporary issues, so that the resulting fatwa can provide relevant and useful guidance for society. This research underscores the importance of a cautious approach in the use of qaul dhaif to maintain the credibility of fatwas and encourage good deeds among Muslims.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Action Figure Mahmud Firdaus; Umar Zaki; muhibban
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jual beli action figure telah menjadi fenomena yang berkembang pesat di masyarakat modern Namun, aktivitas ini menimbulkan pertanyaan dalam perspektif hukum Islam terkait kehalalan barang, tujuan transaksi, dan dampak terhadap moralitas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau praktik jual beli action figure berdasarkan prinsip-prinsip hukum Islam, termasuk aspek barang yang diperjualbelikan, akad, dan etika perdagangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis dokumen yang relevan, termasuk sumber hukum Islam seperti Al-Qur'an, Hadis, dan fatwa ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jual beli action figure diperbolehkan dalam Islam selama barang tersebut tidak mengandung unsur haram seperti pornografi, simbol keagamaan yang disalahgunakan, atau berfungsi sebagai berhala, dan transaksi dilakukan secara adil serta tanpa unsur riba atau penipuan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa jual beli action figure dapat diterima secara syariat apabila memenuhi syarat-syarat tersebut, namun diperlukan kehati-hatian dalam memastikan barang dan transaksi tidak melanggar prinsip-prinsip Islam