Achmad Chumaidi
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN KATALIS Mg-Zn TERHADAP KOMPOSISI GREEN DIESEL DENGAN METODE DEKARBOKSILASI Miranda Ajeng Auliastuti; Muhammad Badril Munir; Achmad Chumaidi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.27

Abstract

Bahan bakar fosil hingga saat ini masih digunakan dan semakin menigkat kebutuannya. Hal ini mendorong minat untuk memprduksi bahan bakar alternatif dengan menggunakan bahan baku samping seperti palm stearin. Produksi bahan bakar alternatif yang terbaharukan salah satunya yaitu green diesel. Green diesel merupakan campuran hidrokarbon seperti diesel yang ihasilkan melalui reaksi katalitik yang melibatkan hidrogenasi, dekarboksilasi atau dekarbonilasi. Pada penelitian ini digunakan proses dekarboksilasi yaitu reaksi perenkahan kimia yang menyebabkan gugus karboksil (COOH) terlepas dari molekul semula menjadi karbon dioksida (CO2). Palm stearin digunakan sebagai bahan baku proses saponifikasi dengan bantuan katalis MgZn. Dekarboksilasi sabun Mg-Zn dioperasikan pada suhu 350 ˚C dan tekanan atmosferik menggunakan reaktor batch. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan green diesel dengan kualitas terbaik. Liquid produk hasil dekarboksilasi dianalisis menggunakan gas chromatography mass spectometry (GC-MS). Hasil analisis green diesel menunjukkan adanya komposisi hidrokarbon cair terbanyak yaitu n-undecane (C11).
SELEKSI PROSES DALAM PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI RANDU DENGAN KATALIS CaO Bunga Rajhana Ragil Gayatri; Achmad Chumaidi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.100

Abstract

Penggunaan energi dari fosil merupakan krisis global yang mengkhawatirkan sehingga mendorong para peneliti untuk menemukan sumber energi yang ramah lingkungan salah satunya adalah Biodiesel. Dalam merancang suatu proses pembuatan biodiesel perlu memperhatikan pemilihan proses produksi yang paling sesuai untuk menghasilkan suatu produk yang diinginkan. Beberapa metode proses memungkinkan untuk menghasilkan produk yang sama, sehingga perlu dilakukan seleksi proses yang paling baik. Pada penelitian ini digunakan minyak biji randu sebagai bahan dasar pembuatan biodiesel dengan bantuan katalis CaO. Tujuan dari penelitian ini untuk menyeleksi metode-metode proses dalam pembuatan biodiesel dan mengetahui metode proses yang lebih baik dari segi proses maupun jenis katalis. Pada awal seleksi proses, beberapa metode proses dapat dieliminasi dengan memperhatikan metode proses dan jenis katalis.
ANALISA EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI RANDU (CEIBA PENTANDRA) MENGGUNAKAN KATALIS HETEROGEN CAO DENGAN KAPASITAS 22.000 TON/TAHUN Safitri Ekawati; Bunga Rajhana Ragil Gayatri; Prizqi Prakoso; Achmad Chumaidi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.77

Abstract

Pendirian pabrik biodiesel ini menjadi solusi bagi kelangkaan bahan bakar minyak bumi di masa mendatang. Dengan adanya pabrik ini akan mendukung program pemerintah B-20 tentang penyediaan, pemanfaatan dan tata niaga bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain. Pabrik biodiesel ini menggunakan bahan baku dari minyak biji randu berkapasitas 22.000 ton/tahun. Pabrik biodiesel ini berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Dari hasil analisa ekonomi didapatkan Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp. 213.413.634.529. Sedangkan Total Producion Cost (TPC) sebesar Rp. 735.470.783.727. Dari analisa perhitungan yang telah dilakukan maka Laba kotor yang diperoleh sebesar Rp. 246.931.602.692 dan untuk laba bersih sebesar Rp. 244.462.286.666. Untuk laju pengembalian modal (ROI) sebelum pajak sebesar 22,86% sedangkan setelah pajak sebesar 20,63%. Lama pengembalian modal (POT) sebelum pajak 3,3 tahun sedangkan setelah pajak 4,5 tahun. Break Event Point (BEP) sebesar 58,3%. Laju pengembalian modal lebih besar dibandingkan dengan bunga bank sehingga pabrik biodiesel ini layak didirikan. IRR sebesar 16,3 % lebih besar dari bunga bank sebesar 15 %.
EVALUASI PERFORMA HEAT EXCHANGER (E-3101) PADA PROSES PEMBUATAN ALUMINIUM FLORIDA PT PETROKIMIA GRESIK Annyssa Maylia; Ellana Nabilah Nur Averina Ansar; Achmad Chumaidi; Aldifi Kresmagus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.220

Abstract

Heat exchanger merupakan suatu alat yang digunakan dalam proses perpindahan panas fluida dengan fluida yang lain tanpa terjadi perpindahan massa di dalamnya dan dapat digunakan sebagai pemanas atau pendingin. Salah satu jenis dari heat exchanger adalah shell and tube. Pada proses produksi AlF3 di PT petrokimia gresik, heat exchanger (E-3101) digunakan untuk memanaskan Asam Fluosilikat (H2SiF6) sebelum di reaksikan dengan Al(OH)3. Heat exchanger (E-3101) yang dimiliki PT. Petrokimia Gresik ini sudah beroperasi cukup lama sehingga perlu di evaluasi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode kern 1983, clean overall coefficient aktual rata rata adalah 2702,4 W/m2 K, dirt overall coefficient aktual rata-rata adalah 451,726 W/m2 K, fouling factor aktual rata-rata adalah 0,00183 m2 K/W yang masih dibawah batas Rd literatur sebesar 0,00176 m2 K/W, maka dapat disimpulkan heat exchanger masih layak beroperasi. Namun jika digunakan terus menerus maka performa akan menurun tanpa ada pembersihan (cleaning), sehingga hal itu akan mempengaruhi produk dan kinerja alat yang lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembersihan dan pengecekan temperatur serta tekanan yang keluar masuk heat exchanger untuk mengoptimalkan performa dari heat exchanger.
SINTESA DPR (DISPROPORTIONATED ROSIN) DARI GUM ROSIN GRADE X SECARA BATCH Dini Qurrota’Ayuni Arita Putri; Achmad Chumaidi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.244

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kekayaan tersebut meliputi sumber daya alam seperti hasil hutan, hasil laut dan pertanian. Salah satu produk hasil hutan yang bernilai tinggi adalah produk gondorukem (gum rosin). Gum rosin umumnya dimanfaatkan dalam bentuk non-modifikasi. Namun perkembangan lebih lanjut menemukan penggunaan gum rosin bentuk non-modifikasi kurang sesuai untuk penggunaan. Dan kelemahan gum rosin non-modifikasi tersebut dapat diatasi dengan dikembangkannya teknologi proses untuk menghasilkan gondorukem modifikasi. Salah satunya yaitu gondorukem disproporsionasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi NaOH yang digunakan terhadap peningkatan kualitas produk pada proses pembuatan disproportionated rosin dan menentukan pengaruh variasi waktu tinggal untuk mengetahui kualitas gondorukem pada proses pembentukan disproportionated rosin. Pengolahan gum rosin dibentuk menjadi rosin yang tidak proporsional. Pada pembentukan disproportionated rosin, bahan bakunya adalah gum rosin tipe X, pelarutnya adalah etanol dan bahan sintetisnya adalah larutan NaOH (N) dengan variasi 0,25 N 0,5 N 0,75 N dan 1 N menggunakan waktu tinggal 20 menit, 30 menit, 40 menit, dan 50 menit. Penelitian ini menggunakan metode secara batch. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai densitas, nilai bilangan asam akan semakin meningkat dan angka penyabunan akan semakin menurun. Konsentrasi terbaik yang di gunakan adalah 0,75 N dan waktu tinggal yang ideal dalam penelitian ini adalah 50 menit.