Sandra Santosa
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENGUMPANAN LINDI TERHADAP PENINGKATAN NILAI KALOR PRODUK PADA LIMBAH KULIT PISANG MENGGUNAKAN PROSES BIODRYING Vionadhiah R. Putri; Widianti Densiana; Sandra Santosa
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.45

Abstract

Sampah kulit pisang yang terdekomposisi menghasilkan lindi dan bau yang busuk, sehingga diperlukan penanganan secara tepat. Salah satu metode pengolahan sampah organik adalah biodrying yang merupakan teknik pengeringan yang mengandalkan aktivitas biologis mikroorganisme baik bakteri ataupun jamur, untuk mengurangi kadar air (moisture content) dari sampah basah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh laju alir aerasi terhadap nilai heating value yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan sampai lindi yang dihasilkan habis dengan alat biodrying tipe batch menggunakan 3 buah reaktor dengan massa kulit pisang 1 kg dengan heating value sebesar 163,76 cal/gram dan dengan laju alir aerasi 0,7 L/menit, 1,5 L/menit dan 3 L/menit menghasilkan heating value sebesar 2241,22 cal/gram, 3243,93 cal/gram, dan 4588,18 cal/gram dengan pengumpanan lindi. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar laju alir aerasi dan adanya pengumpanan lindi menyebabkan temperatur semakin tinggi, kandungan air semakin rendah, dan nilai kalor semakin besar.
PENGARUH LAJU ALIR UDARA TERHADAP PRODUKSI GAS METHANE MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GASIFIKASI PADA REAKTOR DOWNDRAFT Yohana Dhani Fariha; Mia Aulia; Sandra Santosa
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.51

Abstract

Kebutuhan bahan bakar setiap tahun akan mengalami kenaikan, oleh sebab itu pemerintah terus menggalakkan energi terbarukan. Biomassa merupakan energi terbarukan yang mampu dikonversikan menjadi gas mampu bakar salah satunya adalah gas CH4. Salah satu biomass yang dapat digunakan dan ketersediaanya melimpah adalah limbah serutan kayu. Limbah serutan kayu tersebut akan diolah dengan teknologi gasifikasi dengan menggunakan gasifier tipe downdraft. Gasifikasi merupakan salah satu cara alternatif dalam pembuatan gas dengan mengubah bahan padat menjadi gas yang mudah terbakar secara termokimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh laju alir udara terhadap jumlah gas CH4 yang dihasilkan. Untuk mendapatkan gas CH4 tersebut kayu dimasukan kedalam reaktor downdraft dan diatur laju alir udaranya sebesar 6 liter/menit, 7 liter/menit, 8 liter/menit, 9 liter/menit dan 10 liter/menit, pembacaan jumlah gas CH4 menggunkan alat gas detector selama interval waktu 10 menit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin kecil laju alir udara maka gas CH4 yang dihasilkan semakin besar, kayu Jati menghasilkan gas CH4 sebesar 6627 liter, kayu Wadang 5949 liter dan kayu Mahoni 4098 liter.
PENGARUH PENGADUKAN TERHADAP PROSES PEMBUATAN BIOGAS (REVIEW) Dela Adelia; Sandra Santosa
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.160

Abstract

Studi literatur ini berisi tentang pengaruh pengadukan proses biogas yang dihasilkan dari proses biogas MSW (Municipal Solid Waste) dan Sampah Organik. Metode yang digunakan yaitu dengan review 15 jurnal terkait proses biogas dengan pengadukan dan tanpa pengadukan, kemudian dianalisa, dan disimpulkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil produksi biogas MSW (Municipal Solid Waste) dan sampah organik menggunakan pengadukan dan tanpa pengadukan terhadap jumlah gas metana yang dihasilkan. Hasil analisa mendapatkan data tertinggi menggunakan pengadukan yaitu sebesar 717 liter dengan kecepatan pengadukan 10 rpm berbahan baku kotoran sapi + limbah rumah potong hewan dengan waktu fermentasi 20 hari berkapasitas ±5,2 liter dibandingkan dengan hasil yang tidak menggunakan pengadukan menghasilkan sebesar 102,9 liter berbahan baku kotoran sapi dan rumput gajah berkapasitas 100 liter waktu fermentasinya 60 hari. Hal ini dapat disesuaikan berdasarkan pernyataan teori bahwa proses pengadukan dapat menggeser waktu produksi biogas satu atau dua hari lebih awal dibandingkan reaktor yang tidak dilakukan pengadukan, sehingga dengan pengadukan akan mempercepat terbentuknya biogas.