Abdul Chalim
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN NILAI YIELD PADA PROSES LEACHING JAHE DENGAN PELARUT ETANOL Farid Yudha Nugraha; Abdul Chalim
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.36

Abstract

Produksi rempah-rempah di Indonesia sangat melimpah. Berdasarkan data ekspor negara Indonesia termasuk salah satu pengekspor rempah-rempah terbesar di Asia. Tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu rempah-rempah yang memiliki banyak manfaat sebagai bahan pembuatan obat tradisional maupun modern. Leaching merupakan metode ekstraksi padat-cair dengan menggunakan pelarut organik. Penelitian dilakukan secara eksperimental untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi, dan suhu, terhadap nilai yield. Digunakan pelarut etanol dengan perbandingan berat partikel jahe dan berat pelarut sebesar 1:9. Variabel yang digunakan adalah suhu dan waktu. Variasi waktu yang digunakan sebesar 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam dengan Suhu 30, 40, 50, dan 60˚C. Proses dengan leaching kondisi terbaik didapatkan pada suhu 50˚C dengan nilai yield yang didapat sebesar 78.4%.
PENGARUH RASIO FEED: SOLVENT DAN WAKTU TERHADAP EKSTRAKSI OLEORESIN JAHE DENGAN PELARUT ETANOL Ilham Arief Pratama; Farid Yudha Nugraha; Abdul Chalim
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.49

Abstract

Produksi rempah-rempah di Indonesia sangat melimpah. Berdasarkan data ekspor negara Indonesia termasuk salah satu pengekspor rempah-rempah terbesar di Asia. Tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu rempah-rempah yang memiliki banyak manfaat sebagai bahan pembuatan obat tradisional maupun modern. Leaching merupakan metode ekstraksi padat-cair dengan menggunakan pelarut organik. Penelitian dilakukan secara eksperimental untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi, dan suhu, terhadap nilai yield. Digunakan pelarut etanol dengan perbandingan suhu 50 °C.Variabel yang digunakan adalah rasio jahe : pelarut dan waktu. Variasi waktu yang digunakan sebesar 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam dengan rasio 1:3, 1:5, 1:7, 1:9. Proses denganleaching kondisi terbaik didapatkan pada suhu rasio 1:5 dengan waktu 5 jam dengan nilai yield yang didapat sebesar 93,99%.
EVALUASI PERHITUNGAN NERACA MASSA PRENEUTRALIZER TANK-GRANULATOR PADA UNIT PHONSKA 4 PABRIK II B PT PETROKIMIA GRESIK Wisnu Jurdan Hidayat; Abdul Chalim
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.421

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan salah perusahaan BUMN di bawah naungan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Kata “Petrokimia” berasal dari kata “Petrochemical” yang memiliki arti pengolahan bahan baku yang berasal dari minyak dan gas bumi dan menghasilkan bahan bahan kimia. Penelitian ini difokuskan pada Unit Phonska IV pada pabrik II B PT Petrokimia Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menghitung neraca massa Unit Phonska IV pada pabrik II B PT Petrrokimia Gresik. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi secara langsung dengan periode selama satu bulan yang didapatkan pada Unit Phonska 4 PT Petrokimia Gresik. Metode perhitungan pada penelitian ini menghitung neraca massa pada unit Phonska IV. Neraca massa adalah cabang ilmu yang menghitung secara tepat dari bahan bahan yang masuk, bahan yang terakumulasi, dan bahan yang keluar dengan periode tertentu. Ilmu ini selaras dengan Hukum Kekekalan Massa, yaitu massa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Persamaan neraca massa dapat dituliskan sebagai berikut, massa akumulasi dapat dihitung dengan massa yang masuk sistem sama dengan massa yang keluar sistem. Hasil perhitungan perhitungan neraca massa tiap equipment pada Preneutralizer dan Granulator juga didapatkan massa yang masuk (input) sama dengan massa yang keluar (output). Dengan hasil perhitungan ini maka dalam keadaan setimbang (balance) sebesar 161265,3641 kg/jam.
EVALUASI PERHITUNGAN NERACA ENERGI FINISH MILL DI PT SEMEN INDONESIA PERSERO TBK TUBAN Arian Suryo Dyatmiko; Abdul Chalim
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.417

Abstract

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Multinasional Company di Indonesia bergerak dalam produksi semen dan non-semen. Semen adalah komoditas utama yang diproduksi pada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini. Pada proses pembuatan semen di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, produksi dilakukan dengan menggunakan proses kering. Teknologi ini memiliki keunggulan pada biaya operasi relatif rendah pada kapasitas produksi yang besar. Pembuatan semen memiliki beberapa tahapan, diantaranya adalah penyiapan bahan baku dan tambahan, pengolahan bahan, pembakaran dan pendinginan, penggilingan dan pengisian atau pengantongan semen. Sebelum memasuki tahap pengemasan, terdapat suatu unit alat bernama Finish mill. Finish mill merupakan unit penggilingan semen terakhir pada proses pembuatan semen. Pada alat ini, bahan pembentuk semen yaitu clinker digiling dan dicampur dengan gypsum dan trass. Jenis finish mill yang digunakan berupa horizontal ball mill yang didalamnya terdapat bola-bola penggiling untuk memperkecil ukuran partikel semen menjadi 325 mesh. Tujuan dari dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui banyaknya energi yang dibutuhkan finish mill pada proses pembuatan semen. Finish mill memiliki 5 buah aliran yang terbagi menjadi 3 aliran masuk dan 2 aliran keluar. Aliran masuk berupa aliran umpan (F1), water spray (F2), dan gas panas (F3) serta aliran keluar berupa produk semen (F4) dan gas buang (F5). Pada masing – masing aliran tersebut didapatkan hasil berturut – turut sebesar 233,00 ton/jam; 3,02 ton/jam; 900,74 ton/jam; 204,13 ton/jam; 932,63 ton/jam.