Sigit Udjiana
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH DEKORATIF PADA KAYU JATI DENGAN PELAPIS TEMBAGA Ridho A Maulana; Dresta Mahadhika; Sigit Udjiana
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.50

Abstract

Proses electroplating adalah pelapisan antara anoda dan katoda dengan adanya arus listrik. Proses elektroplating logam tembaga pada kayu jati sebagai produk dekoratif yang artinya memperindah permukaan dari spesimen kayu jati. Metode pelapisan ini dikenal dengan istilah electroforming. Electroforming diterapkan sebagai hiasan – hiasan natural yang diperlukan pelapis logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari elektroplating kayu jati dengan pelapis tembaga. Hal tersebut dilakukan karena material dari kayu jati mempunyai beberapa kelebihan yaitu kuat, bagus digunakan hiasan dan memiliki pori – pori kecil di banding kayu lainya. Selain bisa menjadi alternatif salah satunya yaitu pengganti logam asli, pelapisan elektroplating juga dapat mengurangi biaya karena bahan non logam lebih murah daripada bahan logam asli. Pada penelitian ini di dapatkan hasil terbaik dengan nilai efisiensi 81,11% pada suhu 60˚C, tegangan 5V dan waktu 900 s.
EVALUASI KINERJA HEAT EXCHANGER PADA GAS COOLER UNIT CO2 LIQUID PLANT Rafdi Ramadhan Amrozi; Sigit Udjiana; Yuliman Yuliman
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.299

Abstract

Heat exchanger adalah suatu alat yang dimana terjadi aliran perpindahan panas diantara dua fluida atau lebih pada temperatur yang berbeda , dimana fluida tersebut keduanya mengalir didalam sistem. Di dalam heat exchanger tersebut, kedua fluida yang mengalir terpisah satu sama lain, biasanya oleh pipa silindris. Fluida dengan temperatur yang lebih tinggi akan mengalirkan panas ke fluida yang bertemperatur lebih rendah. Salah satu tipe alat heat exchanger yang dipakai pada unit CO2 liquid plant adalah plate heat exchanger. Sebuah alat penukar kalor (Heat exchanger) dituntut untuk memiliki kinerja yang baik dengan mempertimbangkan nilai over desain dan pressure drop agar dapat diperoleh hasil yang maksimal serta dapat menunjang penuh terhadap suatu unit yang sedang beroperasi.
PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DENGAN VARIASI JENIS FILLER DAN PLASTICIZER Nada Fadlilah; Sigit Udjiana
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.470

Abstract

Sampah plastik masih menjadi masalah yang sukar dipecahkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menyebutkan limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun, sehingga dibutuhkan pembuatan plastik yang mudah terurai, salah satunya menggunakan biji mangga yang dapat digunakan sebagai materi polimer organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan plastik yang mudah terurai dari beberapa karakteristik berdasarkan standar yang telah ditentukan yaitu SNI 7188.7:2016. Pembuatan plastik menggunakan metode penelitian RAL faktorial (Rancangan Acak Lengkap yang disusun faktorial) menggunakan variasi plasticizer sorbitol dan polyethylene glycols (PEG) 400 serta kalsium silikat 4%, 6%, 8% dan seng oksida 4%, 6%, 8% sebagai variasi filler, kemudian melakukan beberapa pengujian berupa uji biodegradabilitas, water absorption, kuat tarik dan elongasi untuk mengetahui karakteristik parameter dari hasil pengolahan bioplastik. Perolehan uji biodegradabilitas terbesar didapatkan oleh sampel A1B1 (sorbitol & kalsium silikat 4%) sebesar 76%, pengujian kuat tarik pada sampel A3B3 (PEG 400 & seng oksida 8%) yaitu 1,6484 MPa, hasil perolehan elongasi terbaik terdapat pada sampel A2B3 (sorbitol & seng oksida 8%) sebesar 8% kemudian persentase nilai water absorption yaitu 5% pada sampel A3B1 (PEG 400 30% & seng oksida 4%). Hasil karakterisasi untuk observasi plastik biodegradable selain pengujian biodegradabilitas masih belum memenuhi standar kemasan plastik yang mudah terurai.