Agung Ari Wibowo
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

STUDI KASUS SUHU UMPAN DISTILASI REKOVERI METANOL PADA PRODUKSI METIL ASETAT DENGAN KOLOM SCDS MENGGUNAKAN SIMULASI CHEMCAD Muhammad Ramadhani Nurhabibi; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.87

Abstract

Metanol dapat digunakan pada berbagai aplikasi dan sebagai bahan kimia pada industri. Salah satu aplikasinya metanol digunakan sebagai bahan baku pada proses pembuatan metil asetat. Pada industri metil asetat, metanol direaksikan dengan asam asetat untuk menghasilkan metil asetat. Proses pembuatan metil asetat dapat menghasilkan sisa reaktan berupa metanol. Sehingga metanol perlu dimurnikan agar dapat digunakan kembali sebagai reaktan dan direaksikan dengan asam asetat. Pemurnian metanol dilakukan dengan menggunakan distilasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu umpan terhadap kemurnian metanol pada alat distilasi rekoveri metanol. Simulasi yang digunakan pada penelitian ini menggunakan ChemCAD dengan menggunakan fitur sensitivity study. Fiturini memiliki fungsi untuk mengetahui perubahan satu variabel terhadap variabel lainnya. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah suhu umpan distilasi dan konsentrasi metanol yang dihasilkan. Range simulasi suhu yang digunakan adalah 44oC - 64oC.
PENENTUAN TEKANAN FEED OPTIMUM DALAM PEMURNIAN METANOL BERBASIS CHEMCAD Felix Angestine; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.95

Abstract

Dalam proses produksi metil asetat, masih terdapat metanol yang tersisa (tidak ikut bereaksi) di bagian produk. Hal ini dikarenakan jumlah metanol yang diumpankan berlebih agar kesetimbangan bergeser ke arah produk. Sehingga metanol ini dapat direcycle kembali untuk direaksikan dimana sebelum itu harus dilakukan distilasi agar diperoleh metanol dengan kemurnian yang lebih tinggi. Proses distilasi digunakan untuk memisahkan komponen–komponen penyusun dari suatu campuran berdasarkan titik didihnya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan feed optimum dengan melakukan trial tekanan dari 0,2 atm. Simulasi dilakukan menggunakan software ChemCAD dengan model termodinamika NRTL. Darisimulasi yang dilakukan, didapatkan tekanan feed optimum pada 0,9 atm dengan kemurnian produk 99,3987% (b/b), jumlah yang dihasilkan 5.133,75 kg/jam dan konsumsi energi reboiler 6.413.140 kJ/jam.
SIMULASI PRE-PRESSURE SWING DISTILLATION PADA METIL ASETAT MENGGUNAKAN CHEMCAD Mella Frandista Kumalasari; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.71

Abstract

Metil asetat merupakan senyawa yang terbentuk dari proses esterifikasi dengan bahan baku asam asetat dan metanol. Produk yang terbentuk berupa produk campuran sehingga perlu dilakukan pemisahan untuk memperoleh metil asetat murni. Pemisahan menggunakan distilasi. Pada produk campuran tersebut, metil asetat dan metanol membentuk azeotrop. Komponen azeotrop tidak bisa dipisahkan dengan distilasi sederhana sehingga diperlukan metode lain untuk pemisahannya yaitu pressure swing distillation. Sebelum masuk pressure swing distillation, pemisahan dilakukan pada pre-pressure swing distillation terlebih dahulu. Optimasi pre pressure swing distillation untuk mendapatkan suhu feed terbaik pada proses tersebut. Simulasi menggunakan ChemCAD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu feed optimum adalah 50°C dengan fraksi mol metil asetat 0,110462, laju alir metil asetat 1903,37 kg/h, dan energi reboiler 12876900 kJ/h.
SIMULASI PENGARUH FEED TRAY PADA PRE-KOLOM DISTILASI EKSTRAKTIF DALAM PROSES PEMURNIAN METIL ASETAT MENGGUNAKAN CHEMCAD Nabila Az-zahra Eka Pramono; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.67

Abstract

Metil asetat merupakan salah satu kelompok ester yang mengalami peningkatan kebutuhan setiap tahunnya. Metil asetat banyak digunakan sebagai solvent pada industri-industri kimia terutama industri cat. Metil asetat terbentuk dari reaksi kimia antara asam asetat dan metanol dengan menggunakan bantuan katalis berupa asam sulfat. Terdapat dua tahapan dalam proses pembuatan metil asetat yaitu tahap reaksi dan tahap pemisahan. Pada tahap pemisahan dibutuhkan bantuan alat berupa kolom distilasi. Kolom distilasi yang dapat digunakan yaitu distilasi reaktif, ekstraktif dan pressure swing. Pada penelitian ini menggunakan kolom distilasi ekstraktif dengan kondisi operasi pada tekanan 1 atm, 25 kolom dan reflux ratio sebesar 1,5 serta bottom product temperature pada 118,559°C. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh feed tray pada kolom distilasi dalam proses pemurnian metil asetat. Variabel yang digunakan berupa variabel berubah pada feed tray 4, 6, 8, 11, 13, 15, 17, 18 dan 20. Berdasarkan hasil simulasi, diperoleh kondisi optimum pada feed tray 18 dengan laju alir metil asetat sebesar 340.798 kmol/h dan beban reboiler sebesar 20.101.100 kJ/h.
SIMULASI PENGARUH PERFORMA REAKTOR ESTERIFIKASI METIL ASETAT TERHADAP NILAI FOULING FACTOR PREHEATER KOLOM DISTILASI Bintang Aditya Pratama; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.81

Abstract

Produksi metil asetat dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi. Reaksi yang terjadi antara asam asetat dan methanol akan menghasilkan metil asetat dan air sebagai produk samping. Pada penelitian ini digunakan simulasi reaktor equilibrium menggunakan software ChemCAD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai fouling factor terhadap efisiensi kinerja heat exchanger dengan melakukan variasi konversi reaksi pada reactor equilibrium dengan menggunakan software ChemCAD. Sedangkan hasil efisiensi kinerja heat exchanger terbaik terjadi pada konversi reaksi 0.9 dengan fouling factor yaitu 0.00768 Btu/jam.ft2.F sehingga semakin tinggi nilai konversi reaksi akan mempengaruhi jumlah fouling factor yang didapatkan dimana semakin kecil nilai fouling factor yang didapatkan maka efisiensi kinerja heat exchanger akan semakin tinggi.
STUDI PENGARUH RATIO UMPAN REAKSI ESTERIFIKASI TERHADAP FOULING FACTOR PREHEATER KOLOM DESTILASI PEMURNIAN PRODUK METIL ASETAT Dinda Alfianingrum; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.70

Abstract

Heat exchanger adalah alat penukar panas yang sangat penting pada produksi metil asetat (MeAc). Pembuatan metil asetat dilakukan dengan menggunakan reaksi esterifikasi. Reaksi ini terjadi antara asam asetat dan metanol yang akan menghasilkan metil asetat dan air sebagai produk samping. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan desain heat exchanger yang efisien pada produksi metil asetat dengan melakukan perubahan pada rasio bahan antara metanol dengan asam asetat yang dilakukan menggunakan simulasi pada software ChemCAD. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa nilai Clean Overall Heat Transfer Coefficient (Uc), Dirty Overall Heat Transfer Coefficient (Ud), dan Fouling factor (Rd) dipengaruhi oleh komposisi bahan yang melewati heat exchanger, dimana kenaikan jumlah metanol pada umpan akan menurunkan nilai Rd.
STUDI OPTIMASI PRESSURE SWING DISTILLATION PADA PEMURNIAN ETANOL MENGGUNAKAN CHEMCAD Moch Farhein Ferdinal; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.217

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu bahan yang memiliki prospek yang besar sebagai sumber energi. Bedasarkan proses pemisahannya, etanol dan air membentuk azeotrop pada komposisi 87,2% mol dengan tekanan sebesar 1 atm. Standar minimum bioetanol layak digunakan sebagai bahan bakar adalah 99,5% mol etanol. Destilasi Pressure Swing merupakan salah satu proses pemisahan yang dapat menaikkan kadar etanol hingga 99,5% mol. Destilasi pressure swing dimana memiliki mekanisme dimana proses tersebut etanol dimurnikan menggunakan 2 kolom destilasi dengan tekanan proses yang berbeda. Proses destilasi ini menggunakan kolom fraksinasi. Tekanan kolom divariasikan pada kolom LP (low pressure) menggunakan tekanan 1; 1,5; dan 2 atm, untuk kolom HP (high pressure) menggunakan tekanan 10 dan 15 atm. Hasil optimasi kolom destilasi didapatkan bahwa kadar distilat terbaik sebesar 99,5% mol dimana pada prosesnya pada kondisi operasi tekanan kolom LP sebesar 1 atm dan kolom HP sebesar 15 atm. Proses memiliki akumulasi beban kondensor dan beban reboiler sebesar 67.017,6 MJ dan 68.521,1 MJ.
EFEK RASIO FEED / SOLVENT PADA DISTILASI EKSTRAKTIF ISOPROPIL ALKOHOL : STUDI SIMULASI CHEMCAD Sri Indah Nur Aini; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.223

Abstract

Isopropil alkohol merupakan bahan kimia yang banyak digunakan di industri salah satunya sebagai bahan baku antiseptic di hand sanitizer. Berdasarkan proses pemisahan isopropil alkohol-air terhalang oleh titik azeotrop sehingga tidak dapat dipisahkan menggunakan distilasi konvensional. Distilasi yang tepat untuk pemisahan campuran isopropil alkohol-air yaitu distilasi ekstraktif dengan bantuan gliserol sebagai solvent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan penambahan gliserol-isopropil alkohol terhadap kemurnian produk, beban reboiler, dan beban kondensor. Simulasi ini difokuskan pada variasi penambahan gliserol-isopropil alkohol dengan perbandingan 5:5 hingga 50:5, kemudian dilanjutkan dengan perbandingan 5:10 hingga 50:10. Hasil yang didapatkan bahwa semakin banyak penambahan isopropil alkohol akan menghasilkan kemurnian produk yang lebih tinggi. Kemurnian produk yang dihasilkan sebesar 96% mol dengan massa gliserol sebesar 1.728,6350 kg/jam dan massa isopropil alkohol sebesar 291,7360 kg/jam. Kemudian, semakin tinggi stage umpan solvent yang digunakan beban kondensor dan reboiler yang dihasilkan semakin tinggi yaitu sebesar 1.418,65 MJ/jam dan 2.249,42 MJ/jam.
SIMULASI CHEMCAD: PENGARUH SUHU UMPAN DALAM PEMURNIAN ISOPROPIL ALKOHOL DENGAN DISTILASI EKSTRAKTIF Mohammad Fariz Abidin; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.258

Abstract

Isopropil alkohol merupakan salah satu jenis alkohol yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan hand sanitizer dengan kandungan bahan aktif 75-80% v/v. Distilasi konvensional tidak bisa dilakukan karena isopropil alkohol yang digunakan memiliki kemurnian yang rendah dan memerlukan proses pemurnian khusus karena memiliki titik azeotrop dengan air pada fraksi mol 0,68. Salah satu metode yang dapat digunakan ialah distilasi ekstraktif dengan entrainer gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu umpan masuk isopropil alkohol terhadap beban reboiler dan beban condenser. Simulasi ini menggunakan software ChemCAD 7.1.2 dengan memanfaatkan fitur sensitivity study dengan memvariasikan suhu umpan masuk isopropil alkohol antara 25oC hingga 100oC dengan 15 step. Hasil yang didapatkan menunjukkan suhu umpan masuk isopropil alkohol terbaik ialah pada suhu 80oC dengan beban reboiler sebesar 339.491 kJ/jam. Beban condenser cenderung konstan pada -378.735 kJ/jam dan tidak terpengaruh oleh variasi suhu umpan masuk isopropil alkohol.
PENGARUH PENGGUNAAN KOTORAN SAPI DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK SUBSTRAT SOIL UNTUK AQUASCAPE Avana Zulfi Azizah; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.465

Abstract

Aquascape belakangan ini sangat digemari oleh kalangan masyarakat. Akan tetapi banyak masyarakat yang kesulitan dalam penanaman tanaman hidup pada aquascape dikarenakan media tumbuh yang susah. Substrat soil adalah media tanam yang dapat digunakan sebagai media tanam pada tanaman air. Substrat soil terbuat dari tanah yang dibentuk menjadi granul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kotoran sapi dan suhu operasi pada sifat fisik substrat soil untuk aquascape. Variabel dari penelitian ini adalah konsentasi kotoran sapi dengan jumlah rasio perbandingan bahan antara kotoran sapi dan tanah humus. Rasio perbandingan 5% (b/b) kotoran sapi : 95% (b/b) tanah humus dari jumlah massa total sampel, 10% : 90%, 15% : 85%, 20% : 80% dan 25% : 75%. dan suhu pengeringan yaitu low heat temperature (30°C), medium heat temperature (60°C), dan high heat temperature (120°C). Hasil terbaik dalam penelitian ini adalah pada perbandingan kotoran sapi dengan tanah humus 5% (b/b) : 95% (b/b) dari jumlah massa total sampel pada suhu pengeringan terbaik high heat temperature (120°C).