Hadi Saroso
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PERBANDINGAN METODE PENGUJIAN TAN (TOTAL ACID NUMBER) PLTGU DENGAN ASTM D-974 Citra Putri Wahyu Mahesti; Mella Frandista Kumalasari; Hadi Saroso; Yanty Maryanty
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.157

Abstract

Pengujian TAN (Total Acid Number) merupakan pengukuran keasaman suatu minyak pelumas yang ditentukan oleh jumlah miligram kalium hidroksida (KOH) yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak bebas dalam satu gram minyak. Pengujian TAN digunakan untuk menentukan sampel minyak pelumas baru dan setelah pemakaian, minyak setelah pemakaian dipantau untuk memastikan kualitas minyak memenuhi standar nilai TAN agar tidak menghambat proses produksi. Nilai TAN itu sendiri tidak dapat digunakan untuk memprediksi sifat korosif pada suatu minyak, hanya digunakan sebagai acuan untuk mengukur jumlah asam lemak bebas dalam sampel minyak pelumas. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian nilai TAN secara berkala agar dapat mengetahui perubahan nilai TAN sesudah pemakaian. Semakin besar nilai TAN maka corrosion rate akan naik, sehingga mempercepat terjadinya korosi pada material logam. Fungsi minyak pelumas adalah melumasi komponen-komponen mesin yang bergerak agar tidak cepat aus. Selain itu, minyak pelumas digunakan untuk mencegah terjadinya korosi, pendingin pada mesin, dan pembawa kotoran pada mesin. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai TAN pada metode PLTGU sebesar 0,1013 mg KOH/g sampel, metode ASTM D-974 0,1423 mg KOH/g sampel. Cara standar untuk menentukan nilai TAN pada sampel minyak adalah dengan analisa titrasi. Perbandingan metode yang digunakan yaitu metode PLTGU dengan ASTM D-974.
PEMBUATAN BIO-BRIKET DARI SABUT KELAPA DAN SERBUK KAYU JATI DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT TEPUNG TAPIOKA Hilda Nur Haliza; Hadi Saroso
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.308

Abstract

Meningkatnya perkembangan industri pengolahan kelapa di Indonesia sehingga banyak menghasilkan limbah biomassa yaitu sabut kelapa, dimana limbah tersebut banyak yang tidak diolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil kualitas di dalam biobriket dari campuran sabut kelapa dan serbuk kayu jati dan untuk mengetahui variasi campuran limbah sabut kelapa dengan serbuk kayu jati terhadap persen kadar air dan nilai kalor serta laju pembakaran didalam briket. Dengan variabel perbandingan jumlah bahan dengan menggunakan perekat 10:10, 10:20 dan 10:30. Dan tanpa menggunakan perekat dengan perbandingan 10:10, 10:20 dan 10:30. Pengujian dilakukan dengan mencari nilai kalor, kadar air dan hasil dari pembakaran. Sehingga hasil yang akan diperoleh adalah kualitas dari bio briket. Komposisi briket yang terbaik dalam bahan baku yang menggunakan perekat pada perbandingan (60:40), memiliki kadar air 5,9%, Nilai kalor 5974 kal/gram, dan laju pembakaran sebesar 1,858 kal/detik. Komposisi briket berbahan baku tidak menggunakan perekat pada perbandingan (50:50), dengan hasil yang diperoleh kadar air 6,2 %, Nilai kalor 7607 kal/gram dan laju pembakaran sebesar 1,591 kal/detik. Semua komposisi briket dalam penelitian ini telah memenuhi standar ketentuan SNI No. 01- 6235-2000 tentang briket arang kayu dan SNI No. 19-4791-1998 tentang briket sabut kelapa.