Dwina Moentamaria
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TELAAH PUSTAKA: PEMBUATAN BIOSURFAKTAN MENGGUNAKAN MINYAK JELATAH OLEH BAKTERI BACILLUS SUBTILIS Rizky Kartika Septihanny; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.117

Abstract

Limbah minyak jelantah saat ini menjadi isu terbesar di Indonesia, dari hasil survey ditemukan bahwa sebanyak 1.889,506 ton minyak jelantah dibuang di selokan dan tanah setiap minggunya. Dari permasalahan tersebut, biosurfaktan dapat menjadi salah satu solusi untuk meremediasi minyak jelantah. Untuk produksi biosurfaktan dapat mengambil sumber karbon berupa minyak jelantah dengan bantuan bakteri Bacillus subtilis. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh pH dan suhu inkubasi pada produksi biosurfaktan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuatan inoculum atau suspensi Bacillus Subtilis ditempatkan pada media cair NB (Nutrient Broth). Media pertumbuhan terdiri dari Mineral Salt Medium dengan substrat minyak jelatah. Produksi biosurfaktan diamati dengan mengukur tegangan permukaan menggunakan Tensiometer Du‐Nouy, aktivitas emulsifikasi, uji enzim lipase dari krt yang didapat, dan produk kasar biosurfaktan. Suhu 37,5°C dan pH 4 dapat menurunkan tegangan permukaan hingga 20 N/m dan mendapatkan indeks emulsifikasi sebesar 69%. Penelitian yang dilakukan dengan suhu 27°C dapat menurunkan tegangan permukaan hingga 25 N/m dan mendapatkan indeks emulsifikasi sebesar 90%. Penelitian yang dilakukan dengan suhu 37°C dapat menurunkan tegangan permukaan hingga 23 N/m dan mendapatkan indeks emulsifikasi sebesar 62%. Dengan dilakukan penelitian ini diharapkan dapat mengurangi limbah minyak jelantah dan didapatkan surfaktan yang bersifat biodregedeble dan ramah lingkungan.
STUDI KELAYAKAN INDUSTRI YOGHURT Nadiangga Satria Achmadin; Avielia Putri Wardani Wardani; Firman Gora Sasmita; Nikmatul Hasanah; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.229

Abstract

Studi kelayakan digunakan untuk memastikan pra rencana pabrik yoghurt yang dibuat telah memenuhi aspek produk yang terstandarisasi, lokasi, sosial, ekonomi sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Tahapan dari studi kelayakan industri yoghurt adalah i) survei kebutuhan yoghurt, ii) tinjauan lokasi pabrik, penyedia bahan baku, pemasaran, dan utilitas dibuat dengan memanfaatkan hasil produk yoghurt skala laboratorium, kemudian dilakukan kenaikan kapasitas, iii) pra rencana pabrik, iv) analisa ekonomi. Berdasarkan survei kebutuan yoghurt maka pabrik yoghurt akan dirancang dengan kapasitas 16.000 ton/th. Tinjauan pendirian pabrik berada di kota Batu dikarenakan penghasil susu perah terbesar serta kemudahan dalam faktor pemasaran. Hasil pra-rencana pabrik yoghurt menunjukkan produk terbaik berada pada jarak pH 4,2-4,5; dengan viskositas tertinggi 6203,8519 Kg/ms dan diperoleh dari sumber susu ternak Koperasi Unit Desa (KUD). Hasil analisis ekonomi, Return of Investment (ROI ) sebelum dan setelah pajak 64% dan 39%; Pay Out Time (POT) 2,6 tahun; Break Even Point (BEP) 49%; Shut Down Point (SDP) 27,76%; Discounted Cash Flow (DCF) 34,3%
ENZIM ZINGIBAIN SEBAGAI BAHAN KOAGULASI SUSU UNTUK PEMBUATAN KEJU MOZARELLA Karin Ditha Nindyasari; Zakijah Irfin; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.309

Abstract

Pembuatan keju melibatkan sejumlah tahapan yang umum untuk kebanyakan tipe keju. Dari proses tersebut sebuah susu dapat diproduksi menjadi berbagai variasi produk keju. Berbagai riset menunjukkan bahwa proses koagulasi pada pembuatan keju dapat dilakukan dengan menggunakan enzim protease yang memiliki karakteristik serupa dengan enzim renin. Enzim protease yang memiliki aktivitas penggumpal susu salah satunya adalah enzim zingibain yang terdapat dalam jahe merah. Jahe merah termasuk ke dalam famili Zingeberaceae dan merupakan salah satu rempah yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Rimpang jahe memiliki aktivitas enzim zingibain yang cukup tinggi terhadap protein sehingga dapat digunakan sebagai substitusi rennet. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kemampuan serta pengaruh penambahan enzim zingibain dari jahe merah sebagai koagulan susu untuk pengaplikasian pada keju mozzarella. Variabel berubah yang digunakan pada pembuatan keju mozarella adalah penambahan bakteri Mesophilic M11 dengan asam sitrat dengan perbandingan 1:1, 0:1. Hasil penelitian berupa keju mozarellla yang akan ditinjau dari nilai yield, kadar air dan nilai pH. Untuk hasil keju mozarella terbaik dihasilkan pada variabel 0:1 yaitu dengan pengasaman langsung menggunakan asam sitrat dengan penambahan enzim zingibain 1,75% dengan yield 7,02%, pH 5,4, Kadar air 51%. Sampel terbaik selanjutnya diuji kadar protein dan lemaknya, hasil kadar protein yang didapat sebesar 23,24% dan kadar protein sebesar 10,68%.
PENJADWALAN DAN PENGEMBANGAN RENCANA KERJA DI INDUSTRI YOGHURT Noer Khofifah; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.392

Abstract

Penjadwalan dan perencanaan kerja pada industri diperlukan untuk memastikan ketepatan dan efisiensi waktu proses produksi. Industri yoghurt berbahan baku susu yang rentan terkontaminasi, membutuhkan penjadwalan dan perencanaan produksi yang tepat untuk pembibitan mikroba Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang terjadi pada proses fermentasi. Penggunaan sistem batch pada tangki pembibitan dan tangki fermentasi perlu direncanakan secara terintegrasi. Metode penjadwalan dan perencanaan yang tepat dapat menggunakan gantt chart yang dapat mengintegrasikan beberapa proses menjadi urutan kerja yang yang efisien untuk produksi. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui pembuatan penjadwalan menggunakan metode gantt chart pada tangki pembibitan dan tangki fermentasi di industri yoghurt berkapasitas 30.000 ton/tahun. Studi literatur ini dilakukan dengan penjadwalan produksi yoghurt menggunakan metode ini diawali dengan membuat uraian aktivitas harian dan gantt chart pada tangki pembibitan dan tangki fermentasi. Kelebihan gantt chart yaitu sederhana, mudah dibuat, menunjukkan waktu, urutan kegiatan, dapat digunakan berulang pada penjadwalan produksi yang berjalan, baik penjadwalan sederhana atau penjadwalan proyek yang rumit. Hasil perencanaan dengan metode gantt chart menunjukkan, bahwa proses produksi efektif berjalan setiap hari, walaupun sistem batch dilakukan pada 3 tangki pembibitan dan 4 tangki fermentasi, masing - masing dengan waktu yang berbeda yaitu 3 dan 12 jam.
PENENTUAN KECUKUPAN PANAS (F0) PADA OLAHAN PANGAN MELALUI UJI SALMONELLA SP Ari Yesica Silaturahmi; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6247

Abstract

Makanan siap saji sangat praktis dan diminati karena memiliki masa simpan yang lama. Masalah yang sering timbul adalah masa simpan makanan menjadi lebih pendek karena terdapat mikroorganisme yang tidak diinginkan seperti Salmonella sp. Sterilisasi dengan proses termal merupakan alternatif untuk teknik pengolahan pangan dengan menggunakan autoclave. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai kecukupan panas (F0) pada pengawetan olahan pangan menggunakan metode sterilisasi. Tahapan penelitian adalah i) produk olahan pangan (ayam gulai) dikemas dalam retort pouch dengan vakum dan tersegel rapat, ii) sterilisasi menggunakan autoclave pada suhu 121°C dan 130°C dengan waktu sterilisasi 0, 3, 6, 9, 12, dan 15 menit, iii) penentuan kecukupan panas (F0). Karakterisktik mikrobiologinya melalui uji kemampuan bakteri untuk hidup, didapatkan nilai Decimal Reduction Time (D), Temperature Coeffisient of microbial destruction (Z), efek letalitas (LR), kecukupan panas (F0). Dari hasil penelitian diperoleh total F0 parsial pada suhu 121°C dan 130°C masing-masing adalah 13 menit dan 34 menit. Kondisi ini telah memenuhi standar BPOM nomor 27 tahun 2021 dimana nilai F0 sekurang-kurangnya 3 menit. Hal ini menunjukkan nilai sterilisasi komersial yang baik telah dicapai dan kemasan retort pouch dapat diaplikasikan pada pengawetan makanan dengan menggunakan teknologi sterilisasi.