Cucuk Evi Lusiani
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP SIFAT FISIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) YANG DIHASILKAN DARI KELAPA DAERAH BANYUWANGI Rosyana Sabyllatul Ulumma; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.247

Abstract

Indonesia memiliki lahan perkebunan yang luas terutama untuk perkebunan kelapa. Salah satu daerah penghasil kelapa adalah Kabupaten Banyuwangi dengan kandungan minyak dalam kopra mencapai 63-72%. Kelapa dapat diolah menjadi berbagai macam olahan, salah satunya adalah pengolahan daging buah kelapa menjadi VCO (Virgin Coconut Oil). Proses pembuatan VCO dapat dilakukan dengan proses fermentasi tanpa pemanasan tetapi menggunakan penambahan yeast (ragi tempe). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap sifat fisik VCO yang dihasilkan dari kelapa daerah Banyuwangi. Proses fermentasi dalam penelitian ini dilakukan dengan konsentrasi yeast 2 % b/v selama 6; 12; 18; 24; dan 30 jam. Produk utama dari proses ini adalah VCO dengan blondo dan air sebagai produk samping. VCO yang dihasilkan kemudian dilakukan uji organoleptik (rasa, aroma, dan warna), uji pH, dan dihitung yield dari VCO tersebut. Produk VCO yang dihasilkan untuk semua variabel penelitian ini menunjukkan rasa normal khas minyak kelapa, beraroma khas kelapa segar dan tidak tengik, berwarna bening kekuningan, dan nilai pH 5. Produk VCO dalam penelitian ini menghasilkan nilai yield yang semakin tinggi seiring dengan lamanya waktu fermentasi dengan nilai tertinggi yaitu sebesar 15,20% v/v pada waktu fermentasi 30 jam. Dengan demikian, produk VCO yang dihasilkan dalam penelitian ini sesuai dengan SNI 7381:2008 dengan yield tertinggi dihasilkan pada waku fermentasi 30 jam.
EFEK LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP YIELD VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DARI KELAPA DAERAH MALANG DENGAN KONSENTRASI RAGI 2% B/V Ainiyah Fithriyatul Jannah; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.280

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu produk olahan dari daging buah kelapa tua yang diolah tanpa melalui pemanasan sehingga tidak merusak komponen penting yang terkandung dalam VCO. Buah kelapa untuk pembuatan VCO dapat diperoleh dari daerah Malang yang memiliki ketebalan daging buah ± 1 cm dengan kandungan minyak sebesar 30-35%. Pembuatan VCO dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satunya yaitu metode fermentasi yang menghasilkan VCO dengan kemurnian tinggi sebesar 53,2% b/b. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek lama waktu fermentasi terhadap yield, pH, warna, aroma, dan rasa dari produk VCO. Metode fermentasi dalam penelitian ini dilakukan menggunakan ragi tempe selama 6, 12, 18, 24, 30 jam. Berdasarkan hasil analisis produk VCO, dapat diketahui bahwa semakin lama waktu fermentasi menghasilkan nilai yield yang juga semakin tinggi. Nilai yield tertinggi diperoleh pada waktu fermentasi 30 jam sebesar 16,00% v/v. Produk VCO yang dihasilkan pada waktu fermentasi 6 sampai 30 jam memiliki nilai pH yang sama yaitu 6 dengan sifat fisik yang sesuai dengan syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008 yaitu memiliki warna (transparan) dan jernih, aroma khas kelapa segar, dan rasa khas minyak kelapa.
EFEK VARIASI WAKTU FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DARI KELAPA DAERAH PROBOLINGGO DENGAN KONSENTRASI YEAST 1% B/V Lita Rani; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.264

Abstract

Kelapa dari daerah Probolinggo memiliki bentuk bulat kerucut terbungkus serabut tebal dan ketebalan daging buah sekitar 1,5 cm. Daging buah kelapa dapat diolah menjadi berbagai olahan produk salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Pembuatan VCO dapat dilakukan dengan proses fermentasi dengan penambahan ragi tanpa proses pemanasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek variasi waktu fermentasi terhadap karakteristik fisik VCO dari kelapa daerah Probolinggo. Proses fermentasi pada penelitian ini dilakukan pada suhu kamar selama 6, 12, 18, 24 dan 30 jam dengan penambahan ragi tempe sebagai yeast pada konsentrasi 1% b/v. Produk VCO yang dihasilkan dari proses ini dilakukan analisis uji pH, uji organoleptik (aroma, rasa dan warna), dan perhitungan yield. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produk VCO pada 6 hingga 30 jam fermentasi memberikan nilai pH 5, aroma khas kelapa segar, rasa normal khas minyak kelapa dan warna bening transparan. Variasi waktu fermentasi memberikan pengaruh terhadap nilai yield produk VCO, yaitu semakin lama waktu fermentasi menghasilkan nilai yield yang semakin tinggi. Nilai yield tertinggi diperoleh sebesar 8,65% v/v pada waktu fermentasi 30 jam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk VCO yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki nilai pH 5 dengan karakteristik fisik yang sesuai SNI 7381:2008 dan yield tertinggi dihasikan pada waktu fermentasi selama 30 jam.
KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) HASIL FERMENTASI SELAMA ≥ 24 JAM MENGGUNAKAN RAGI ROTI DENGAN KONSENTRASI NUTRISI YEAST 6% Alvira Alwa Setyorini; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.381

Abstract

Pohon kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena hampir seluruh bagian kelapa dapat dimanfaatkan, salah satunya yaitu daging buah kelapa. Salah satu produk olahan daging buah kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO) yang dapat dibuat melalui proses fermentasi tanpa pemanasan dengan penambahan ragi sebagai starter. VCO yang diolah tanpa pemanasan tidak akan merusak komponen penting yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas VCO hasil fermentasi selama ≥ 24 jam menggunakan ragi roti dengan konsentrasi nutrisi yeast 6% b/v. Kualitas produk VCO ditinjau berdasarkan yield, warna, aroma, rasa, dan pH. Penelitian ini dilakukan menggunakan ragi roti pada waktu fermentasi selama 24, 30, dan 36 jam. Berdasarkan hasil analisis produk VCO, dapat diketahui bahwa yield VCO paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi selama 24 jam yaitu sebesar 18,1% dan nilai yield menurun seiring dengan bertambahnya waktu fermentasi. Produk VCO yang dihasilkan memiliki sifat fisik yang sesuai dengan syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) 7381:2008, yaitu tidak berwarna dan jernih, aroma khas kelapa segar, dan rasa khas minyak kelapa. Untuk analisis nilai pH, produk VCO yang dihasilkan pada waktu fermentasi selama 24 hingga 36 jam dengan menggunakan ragi roti memiliki nilai pH yang sama yaitu 5.
LITERATURE STUDY OF L-CARNITINE PREPARATION METHODS FOR 1000 TONS OF ANNUAL PRODUCTION Annida Khoirun Nisa Purwadini; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.386

Abstract

L-carnitine is a gamma-hydroxy amino acid and also known as vitamin Bγ. L-carnitine has many benefits as well as uses. Supplements with L-carnitine content are much needed in the field of health. L-carnitine is obtained using a variety of methods. They are the chemical optic resolution method, the biological method, and those that use chiral materials from natural sources. The purpose of this literature study is to determine the best method to be used in the design of the L-carnitine production plant with a capacity of 1000 tons per year by comparing various existing methods from various aspects. Based on the results of the comparison, it was found that the production of L-carnitine from (S)-3-activated hydroxybutyrolactone is the best method to be used in the production of L-carnitine capacity of 1000 tons per year for 300 days. This method produces a lot-more L carnitine products at a lower cost than other methods that have a higher yield.
STUDY ON DOUBLE-EFFECT DISTILLATION PROCESS FOR SEPARATING METHANOL-WATER USING ASPEN PLUS V10 Zauziah Pramiswari Putri; Cucuk Evi Lusiani; Zhang Zhishan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.384

Abstract

Methanol (also known as CH3OH, methyl alcohol, hydroxymethane, wood alcohol, or carbinol) is a widely used primary raw material. It is one of the first organic chemicals to find extensive laboratory and industrial use. Methanol and water are ideal binary systems that can be separated by conventional distillation. This study aims to separate methanol-water using a simulated double-effect distillation process in Aspen Plus. To obtain a higher purity of methanol and consider the high energy consumption of the distillation process, double-effect distillation with a double column was used. Furthermore, the single-column and double-effect distillation processes can be simulated by Aspen Plus software. The software version used in this simulation is Aspen Plus V.10 with NRTL thermodynamics methods as binary interaction parameters. The double effect distillation column was equipped with a heat exchanger, splitter, and pump. Moreover, a design specification is needed to get the purity of methanol as wanted. Compared to each column process, the temperature profile of each column process is directly proportional to the number of stages. By simulation process that has been carried out, the purity of methanol in the single-column process and double-effect distillation process is slightly different with 97.1% and 97.2%, respectively. In the double-effect distillation process, columns C1 and C2 save 0.6% and 0.37% of energy in the single-column process, respectively. It indicates that the double-effect distillation has obvious advantages over single-column distillation in terms of purity of methanol and energy saving.