Arid Tana
Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen, IAKN Kupang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Pemuda Gereja Bethani Indonesia (GBI) Kemah Pujian Tenau Disekitar Eks Lokalisasi Karang Dempel, Kecamatan Alak, Kota Kupang Trijuliani Renda; Andri Oktavianus Pellondou; Osian Orjumi Moru; Oscar Liu; Irvin Rambu Dada; Arid Tana
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1143

Abstract

Pemuda menjadi harapan karena pemuda merupakan generasi penerus, baik itu generasi penerus keturunan, generasi penerus gereja, generasi penerus masyarakat, serta generasi penerus bangsa Indonesia. Jikalau masa depan pemuda hancur maka masa depan keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa ini pun ikut hancur. Keberadaan rumah bordil, tempat pekerja seks komersial atau tempat lokalisasi yang sudah ditutup eks lokalisasi tentu memberi pengaruh bagi masyarakat termasuk pemuda yang hidup dalam lingkungan tersebut. Lingkungan seperti itu bisa membawa dampak buruk bagi pemuda baik itu dampak psikologis, dampak moral, mau pun dampak terhadap kesehatan.  Dampak psikologis bisa nampak pada mentalitas pemuda dan kognitifnya. Lalu dampak moral terlihat dari perilaku perilaku yang menyimpang dalam masyarakat, dan dampak terhadap kesehatan yaitu munculnya berbagai penyakit kelamin. Untuk itu, harus ada solusi terhadap persoalan yang dihadapi pemuda GBI Kemah Pujian. Solusinya yaitu pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan metode seminar dengan materi seks dan seksualitas dari berbagai perspeketif serta focus group discussion. Untuk mengukur tingkat pemahaman, sebelum edukasi berupa seminar diberikan pretest dan diakhir seminar diberi post-test untuk mengukur pemahaman dan evaluasi kepuasan peserta terhadap kegiatan yang dilakukan. Terdapat peningkatan pehaman peserta dengan angka 69.94% pretest dan 90% post-test. Sedangkan tingkat kepuasan kegiatan pengadian kepada masyarakat diakumulasikan pada 67.4% sangat setuju dan 32.6% setuju yang menunjukkan kepuasan ada pada kategori memuaskan.