Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikrobia Bakteri Endofit Akar Mangrove Rhizophora mucronata di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang Alexander Tage; Chatarina Gradict Semiun; Yulita Iryani Mamulak
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 7 No 2 (2026): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v7i2.730

Abstract

Semi-arid mangrove ecosystems harbor significant potential as sources of endophytic bacteria producing adaptive antimicrobial compounds. This study aimed to isolate and evaluate the antimicrobial activity of endophytic bacteria from Rhizophora mucronata prop and lateral roots across three management zones (core, buffer, and utilization) in the Kupang Mangrove Ecotourism Area. Sampling was conducted in March–April 2026, followed by root surface sterilization and isolation on Nutrient Agar. Phenotypic characterization was performed macroscopically, microscopically, and biochemically, while antimicrobial activity was assessed using the Kirby-Bauer disk diffusion method against Staphylococcus aureus ATCC 25923 and Escherichia coli ATCC 25922. From 69 initial colonies, 18 pure isolates were obtained, with Bacillus sp. as the dominant genus (44.4%). Notably, Bacillus sp. isolates ZS-04 and ZI-05 exhibited the most potent bioactivity, yielding very strong (>20 mm) inhibition zones against S. aureus and strong (10–20 mm) inhibition against E. coli. One-way ANOVA revealed no significant zonal differences for S. aureus (p = 0.785), whereas a statistically significant zonal effect was observed for E. coli (p = 0.045), particularly between the utilization and buffer zones. These findings confirm that endophytic Bacillus sp. from R. mucronata roots, particularly isolates ZS-04 and ZI-05, produce bioactive compounds with strong, targeted antibacterial activity against Gram-positive pathogens, highlighting semi-arid mangrove endophytes as promising, stress-adapted reservoirs for novel natural antimicrobial agents.
Identifikasi Jenis Pohon Riparian di Sumber Mata Air Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Chatarina Gradict Semiun; Yulita Iryani Mamulak
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.352

Abstract

Pohon riparian merupakan salah satu komponen penyusun ekosistem riparian (seperti mata air). Riparian terrmasuk sebagai daerah konservasi khusus yang perlu dipertahankan vegetasi aslinya karena jika vegetasi riparian semakin menyusut yang berdampak pada penurunan keanekaragaman hayati dan hilangnya fungsi vegetasi riparian tersebut Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis pohon ripaian yang terdapat di sumber mata air desa merbaun, kecamatan Amarasi barat, kabupaten Kupang, Nusa tenggara Timur. Penggumpulan data terdiri dari tingkat kealamian dan  keanekaragaman spesies. Pengumpulan data jenis tingkat kealamian terhadap pohon riparian  mengunakan indeks naturaliness dan indeks hemeroby). penarikan sampel pohon menggunakan metode kuadrat (Quadrat Sampling Technique) yang dilakukan secara acak. Di setiap plot, dilakukan identifikasi tumbuhan. Pengenalan nama tumbuhan menggunakan nama lokal, yang dirujuk ke nama ilmiah atau nama binomial. Analisis data terdiri dari status endemisme, indeks kekayaan jenis (Dmg), indeks keanekaragaman Shanon- Wiener (H’), dan indeks dominansi (D). Hasil penelitian ditemukan 15 jenis pohon yang terdiri dari 11 jenis endemik dan 4 jenis eksotik. Dmg dan H’ tergolong sedang, dengan tidak ada jenis pohon yang mendominasi.