Ainun Nurin Sharvina
Fakultas Teknik Unisda Lamongan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Perancangan Griya Batik Jonegoroan Di Bojonegoro Jumaeroh Jumaeroh; Eko Daniyanto; Ainun Nurin Sharvina; Mimin Aminah Yusuf
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v2i2.3534

Abstract

Batik adalah warisan budaya di Indonesia. Bojonegoro merupakan kabupaten yang memiliki batik khas, yaitu batik jonegoroan. Sebagai fasilitas untuk memperkenalkan batik, diperlukan tempat untuk mewadahi seluruh kegiatan membatik, pelatihan, dan pameran. Hal ini disebabkan masyarakat masih awam terhadap batik jonegoroan, untuk itu diharapkan dengan adanya Griya Batik Jonegoroan sebagai wadah untuk mengenalkan batik jonegoroan kepada masyarakat. Arsitektur neo vernakular adalah gabungan 2 konsep yang berbeda yaitu modern dan vernakular. Arsitektur neo vernakular adalah salah satu konsep dari aliran post modern dipilih sebagai strategi pendekatan rancangan karena mampu menghadirkan identitas baru tanpa mengesampingkan tradisi setempat. Prinsip integrasi neo vernakular yaitu bubungan, tradisional, interior terbuka, dan warna kontras dengan perpaduan 2 elemen budaya yaitu rumah joglo dan motif batik jonegoroan jagung miji emas. Bangunan utama dalam perancangan terdiri dari workshop praktek, workshop materi, galeri batik, dan retail batik. Sedangkan untuk bangunan penunjang terdiri dari food court, mushola, ruang bersantai, dan information center. Keseluruhan bangunan terdiri dari 3 zona, ada zona administrasi, zona umum dan zona pelestarian. Dengan bangunan utama berada pada zona pelestarian. Hasil dari perancangan diharapkan dapat mewadahi seluruh kegiatan dalam griya batik jonegoroan. Sehingga masyarakat tidak hanya mengenal batik jonegoroan, akan tetapi bisa diberdayakan dengan pelatihan membatik atau kegiatan didalamnya
Perancangan Islamic Center Di Paciran Dengan Tema Arsitektur Modern Alvian Rohmatullah; Eko Daniyanto; Ainun Nurin Sharvina; Mimin Aminah Yusuf
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v2i2.3552

Abstract

islamic center yaitu sebaga wadah fisik yang menampung beberapa kegiatan dan penunjang keislaman. Islamic Center juga mempunyai peran sebagai pusat atau sentra informasi keislaman untuk umat muslim dan masyarakat yang ingin mengetahui maupun belajar tentang Islam. Kabupaten lamongan memiliki tradisi keislaman yang dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, seiring berjalan waktu maka tradisi tersebut mulai ditinggalkan dan semakin menjauh dari nilai-nilai yang telah diajarkan islam. Keadaan demikian harus diperbaiki dengan menyediakan sarana pembinaan, berupa badan atau lembaga keagamaan Islam yang secara intensif memikirkan, melahirkan gagasan baru. Pada masa modernisasi yang identik dengan perkembangan teknologi telah memberi banyak pengaruh dalam gaya hidup, Generasi masa kini lebih menggemari arsitektur bangunan yang bersifat sederhana,efektif dan efisien namun tetap indah dan modern Dengan pemilihan tema Arsitektur modern di harapkan bisa mewakili gambaran tentang tempat Islamic center yang berada berada dipaciran yang dapat menggambarkan citra obyek baru. Diharapkan dengan adanya tempat Islamic center dipaciran dengan tema arsitektur modern,dengan adanya islamic center akan menjadi wadah semua kebutuhan, baik ekonomi Maupun pelatihan keterampilan lainnya tanpa meninggalkan agama sebagai pusat kegiatan. berbagai aspek meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, sosial masyarakat, ekonomi, budaya, lingkungan, dan lain-lain. Sedangkan tema arsitektur modern akan menjadi ikon baru yang berada berada di paciran.
Perancangan pusat kebugaran dengan tema arsitektur metafora di babat Mochammad Hendra Abdillah; Dhiah Agustina Qahar; Eko Daniyanto; Ainun Nurin Sharvina
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 2 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v2i1.3356

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat modern berdampak besar terhadap kesehatan, tekanan pekerjaan dan aktivitas lainnya dapat mempengaruhi produktivitas dan tingkat kesehatan masyarakat. Metaphor Architecture adalah tema atau konsep yang digunakan dalam perancangan fitness center ini. Arsitektur metafora adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu melalui representasi formal visual yang dihasilkannya. Kesadaran kesehatan masyarakat babat sangat tinggi, namun karena kurangnya tempat dan tempat untuk melakukan kegiatan fitnes, maka sulit bagi masyarakat babat untuk mencari tempat berolahraga, sehingga fasilitas yang mendukungnya adalah fitnes center yang lengkap. desain diperlukan. Kebugaran di dalam dan sekitar komunitas Babat.
Perancangan Gedung Olahraga Kemantren Dengan Tema Green Architecture Jibo Awwalul Anshorullah; Eko Daniyanto; Ainun Nurin Sharvina; yayuk Sri Rahayu
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v2i2.3530

Abstract

Perancangan penelitian ini menggunakan tema Green Architecture yang berfokus pada arsitektur yang ramah lingkungan. Tujuanya adalah untuk mengurangi kelembapan karena tanah disekitar tapak adalah batu kapur. Objek dari penelitian ini adalah Gedung Olah Raga Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Bangunan Gedung Olahraga Kemantren ini di dalamnya terbagi menjadi ruang dalam yang meliputi Lobi, Kantor, Kantin, Ruang Meeting, Tribun Penonton, Ruang Ganti Pemain, dan Lapangan Olahraga. Bangunan yang di rancang sesuai konsep Green Architecture.
KAJIAN PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK REHABILITASI JEMBATAN BETON PENGHUBUNG NGLINGGO — KEPOHBARU Muhamad Khoirunnizam; Ainun Nurin Sharvina; Agus Setiawan
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v2i2.3536

Abstract

Pada perencanaan sebuah proyek, perlu adanya penjadwalan kegiatan yang dapat menjadi pedoman oleh pelaksana dalam melaksanakan kegiatannya dilapangan, iSni menunjukkan bahwa penjadwalan sangat berpengaruh pada pelaksanaan sebuah proyek. Penjadwalan proyek yang bagus dapat membuat sebuah proyek berjalan secara efektif dan efisien, namun kenyataannya dilapangan tidak selalu sama dengan apa yang direncanakan. Dalam hal ini, dapat dilihat pada pelaksanaan proyek rehabilitasi Jembatan Beton Penghubung Nglinggo — Kepohbaru. Dalam proses pembangunan Pada proyek rehabilitasi Jembatan Beton Penghubung Nglinggo — Kepohbaru, terjadi keterlambatan yang disebabkan beberapa faktor di lapangan, sehingga terjadinya keterlambatan sebesar 72 hari yang pada awalnya di rencanakan untuk selesai dalam 180 hari namun pada lapangan proyek tersebut selesai dalam 252 hari. Karena hal ini terjadi maka dilakukan analisis pada penjadwalan proyek agar dapat mengetahui apa penyebab terjadinya keterlambatan pada proyek. Dari hasil analisis yang didapatkan, penyebab terjadinya keterlambatan ada pada item pekerjaan persiapan dan juga pada penggunaan sistem kerja 1 shift tetapi menggunakan tenaga kerja yang sama. Faktor — faktor yang menyebabkan terjadinya keterlambatan adalah dari owner, kontraktor, dan juga cuaca.
PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI NARKOBA KOTA LAMONGAN TEMA ARSITEKTUR PERILAKU Mimin Aminah Yusuf; Ainun Nurin Sharvina; Ali as’ad burhanuddin; Bhaga Aninditatama
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 3 No 02 (2023): November 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v3i02.5217

Abstract

Drug addicts are thinking beings who have their own decisions in interacting in their environment, the behavior patterns of drug addicts can be observed and understood according to their needs. The concept of behavioral architecture can be used as a tool to find out that a building, in particular, a drug rehabilitation building can influence the behavior of its users. One of the buildings that applies the concept of behavioral architecture is the Lamongan Regency Rehabilitation House. This rehabilitation building was made by considering the behavior of drug users which can be seen through the interaction of drug users with their environment. This study intends to describe and determine the application of the concept of Behavioral Architecture to the Lamongan District Rehabilitation House building. The method used is descriptive qualitative. In the rooms of the Lamongan District Rehabilitation House, the arrangement of furniture in the room can affect the psychology of drug user behavior. Likewise with the color, sound, temperature and lighting applied to the Lamongan Regency Rehabilitation House building which is very influential for users because it does not create a frightening impression, so it can improve the psychology of drug users. The design of the narcotics rehabilitation center building with the theme of behavioral architecture is designed by prioritizing the concept of behavioral architecture itself which is expected to be able to help users change their personality for the better, improve social life and order in living their daily lives.