Ahmad Nasih Ahbab
Insitut Sunan Giri Ponorogo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEPSI PENDIDIKAN ISLAM: MENELUSURI AKAR HISOTORIS TERBENTUKNYA PRAKTIK AWAL PENDIDIKAN ZAMAN NABI SAW Abdul Azis Fatkhurrohman; Ahmad Nasih Ahbab; Iwanuz Zurur
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Istfikar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v3i2.87

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menelusuri akar historis dari praktik Islam sebagai insipirasi dari pendidikan Islam yang berkembang hingga sekarang. Praktik pendidikan Islam yang berkembang hari ini, memiliki akar kuat yang beriringan dengan terbentuknya Islam secara institusi sejak zaman Nabi Saw. Pergumulan Islam sebagai suatu ajaran agama, mengandaikan telah terjadinya segala bentuk praktik sosial beserta segala aspek yang melatarinya. Pendidikan Islam yang termasuk dari salah satunya, memberikan nuansa historis yang penting untuk kemudian mempunyai pondasi yang kuat sebagai satu pijakan dalam perkembangannya. Atas dasar itulah kemudian, mengungkap praktik-pratik dan prinsip yang diletakan Nabi Saw pada awal lahirnya Islam menjadi penting dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif berdasarkan data-data kepustakaan (library research). Dengan menekankan pada analisis historis, penelitian ini akan mengulik praktik-praktik keseharian dakwah Nabi Saw yang sarat akan praktek pendidikan Islam. Hasilnya, Pendidikan Islam sebagai sebuah konsep dan praktik berjalan beriringan dengan hadirnya Islam sebagai sebuah ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Islam sebagai konsep awal, menjadi konten pendidikan yang menekankan pada berbagai ajaran yang didasarkan dalam kitab suci al-Qur’an. Pendidikan yang dilakukan oleh Nabi dimaknai secara historis mengalami dua periode, sebagaimana periodisasi wahyu dan kehidupan Nabi. Dua periode tersebut diantaranya pra dan pasca hijrahnya Nabi Saw bersama pengikutnya ke Madinah.
Self-acceptance and sexual disorientation in adolescents: integrating Ibn Miskawaih’s al-dini al-‘aqlani and humanistic Islamic educational psychology Amalia, Alfita Choirun; Ni’mah, Musbirotun; Wijayanti, Catur Lestari; Ahbab, A. Nasih; Abu Bakar , M. Yunus
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/althariqah.2026.vol11(1).26188

Abstract

This study aims the relevance of Ibn Miskawaih's concept of al-dīnī al-'aqlānī in understanding self-acceptance among Muslim adolescents experiencing sexual disorientation. Using a phenomenological qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and analyzed through reduction, categorization, and meaning interpretation within the tazkiyatun nafs framework. The findings reveal that sexual disorientation generates profound tension between self-acceptance needs and religious guilt, yet religiosity can serve as a constructive spiritual resource when freed from social judgment. The novelty of this study lies in its transdisciplinary integration of Ibn Miskawaih's tazkiyatun nafs with humanistic self-acceptance theory a synthesis previously untheorized in Muslim adolescent identity counseling, proposing that spiritual happiness (sa'ādah) is inseparable from the balance between rationality, morality, and mental health. This integration reframes religion not as a source of moral pressure, but as a private reflective space supporting emotional regulation. These findings recommend a spiritual-humanistic mentoring model for Islamic education and counseling settings, with implications for developing empathetic, non-discriminatory character education strategies for adolescents with diverse identity backgrounds.
KONSEPSI PENDIDIKAN ISLAM: MENELUSURI AKAR HISOTORIS TERBENTUKNYA PRAKTIK AWAL PENDIDIKAN ZAMAN NABI SAW Abdul Azis Fatkhurrohman; Ahmad Nasih Ahbab; Iwanuz Zurur
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Istfikar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v3i2.87

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menelusuri akar historis dari praktik Islam sebagai insipirasi dari pendidikan Islam yang berkembang hingga sekarang. Praktik pendidikan Islam yang berkembang hari ini, memiliki akar kuat yang beriringan dengan terbentuknya Islam secara institusi sejak zaman Nabi Saw. Pergumulan Islam sebagai suatu ajaran agama, mengandaikan telah terjadinya segala bentuk praktik sosial beserta segala aspek yang melatarinya. Pendidikan Islam yang termasuk dari salah satunya, memberikan nuansa historis yang penting untuk kemudian mempunyai pondasi yang kuat sebagai satu pijakan dalam perkembangannya. Atas dasar itulah kemudian, mengungkap praktik-pratik dan prinsip yang diletakan Nabi Saw pada awal lahirnya Islam menjadi penting dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif berdasarkan data-data kepustakaan (library research). Dengan menekankan pada analisis historis, penelitian ini akan mengulik praktik-praktik keseharian dakwah Nabi Saw yang sarat akan praktek pendidikan Islam. Hasilnya, Pendidikan Islam sebagai sebuah konsep dan praktik berjalan beriringan dengan hadirnya Islam sebagai sebuah ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Islam sebagai konsep awal, menjadi konten pendidikan yang menekankan pada berbagai ajaran yang didasarkan dalam kitab suci al-Qur’an. Pendidikan yang dilakukan oleh Nabi dimaknai secara historis mengalami dua periode, sebagaimana periodisasi wahyu dan kehidupan Nabi. Dua periode tersebut diantaranya pra dan pasca hijrahnya Nabi Saw bersama pengikutnya ke Madinah.