Ni Nyoman Yuliarmi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KURS DOLLAR, INFLASI DAN JUMLAH PRODUKSI PADI TERHADAP IMPOR BERAS INDONESIA TAHUN 1991–2019 Made Adhi Padma Estyawan; Ni Nyoman Yuliarmi
E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana VOLUME.13.NO.02.TAHUN.2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EEB.2024.v13.i02.p16

Abstract

Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara produsen beras terbesar di dunia, akan tetapi Indonesia masih melakukan impor beras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh secara simultan dan parsial kurs dollar Amerika, inflasi dan produksi padi terhadap impor beras Indonesia tahun 1991 sampai dengan tahun 2019. Penelitian dilakukan di Indonesia, jumlah observasi 29 tahun. Data yang digunakan merupakan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, dengan menggunakan software Eviews. Hasil Penelitian menunjukkan Kurs dollar Amerika, inflasi, dan produksi padi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap impor beras Indonesia pada tahun 1991 sampai dengan tahun 2019. Kurs dollar Amerika secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap impor beras Indonesia pada tahun 1991 sampai dengan tahun 2019. Inflasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor beras Indonesia pada tahun 1991 sampai dengan tahun 2019. Produksi padi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap impor beras Indonesia pada tahun 1991 sampai dengan tahun 2019. Diharapkan pemerintah dapat memberikan perhatian lebih di sektor pertanian dengan membuat kebijakan-kebijakan dalam upaya mendorong meningkatkan produksi padi dan beras dalam negeri agar tercapainya swasembada pangan, Sehingga impor dapat ditekan dan tercapainya keseimbangan neraca perdagangan dalam negeri.