p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Perspektif Hukum JPMP
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN HUKUM DAMPAK PERKAWINAN SIRI BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN KEPUTIH KOTA SURABAYA Eko Pujiyono; Ilham Dwi Rafiqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v2i2.97

Abstract

Perkawinan siri sampai saat ini masih menjadi fenomena yang cukup marak dan menjadi permasalahan di masyarakat. Terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi masyarakat memilih untuk kawin siri dan tiap-tiap daerah memiliki alasan dan pola masing-masing. Tulisan ini menyajikan gambaran dan analisis mengenai permasalahan perkawinan siri di Kelurahan Keputih Kota Surabaya dari hasil penyuluhan hukum yang telah dilakukan. Latar belakang pemilihan lokasi karena Kelurahan Keputih berada di kawasan Kota Surabaya sebagai kota Metropolitan di Jawa Timur yang sekaligus memiliki daerah Pesisir. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan konsultasi hukum dengan pelaksanaan terdiri dari persiapan, penyusunan rancangan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan monitoring. Hasil pengabdian menemukan bahwa faktor yang melatarbelakangi beberapa warga melakukan perkawinan siri yakni anggapan bahwa perkawinan siri merupalan jalan keluar untuk menghindari dosa zina, cara melegalkan secara agama untuk menikah lagi bagi laki-laki/perempuan yang telah terikat perkawinan, hingga faktor ekonomi. Dampak perkawinan siri dapat berupa administrasi, kewarisan, dan sosial. Bentuk solusi yang dapat dilakukan adalah peningkatan pemahaman masyarakat Kelurahan Keputih kerjasama kantor kelurahan dengan tokoh agama setempat. Untuk yang terlanjut melaksanakan dapat mencatatan perkawinan dengan permohonan isbat nikah ke Pengadilan Agama.
Pengarusutamaan Hukum Perubahan Iklim dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Hukum di Indonesia: Mainstreaming Climate Change Law into the Legal Higher Education Curriculum in Indonesia Ilham Dwi Rafiqi; Elsa Diana Fartikasari
Perspektif Hukum VOLUME 26 ISSUE 1
Publisher : Faculty of Law Hang Tuah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/ph.v26i1.572

Abstract

Climate change is a global challenge with cross-sectoral impacts, including in the legal realm. Although climate change legal regulations have developed at both the international and national levels, their integration into the Indonesian legal education curriculum remains limited. This study aims to analyze the urgency and momentum of recognizing climate change law in the legal education curriculum, and to identify strategies for integrating climate law substance into legal learning. The method used is normative research with a conceptual approach and a comparison of the curricula of several law schools in Indonesia. The results indicate a gap between the complexity of climate change legal issues and the readiness of legal education institutions to equip students as future legal practitioners who are responsive to global environmental issues. The momentum of increasingly progressive national and international regulations on climate change issues should be utilized by legal education institutions to reform their curricula to be more contextual and interdisciplinary. This study recommends the need to integrate climate change law as a stand-alone course or as part of an environmental law course, as well as strengthening transdisciplinary approaches in legal education to produce adaptive and sustainable graduates.