p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Lingkungan
Ryan Adi Satria
Departemen Konservasi Sumberdaya Alam dan Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Jl. Agro Bulaksumur No.1, Caturtunggal, Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Vegetasi Mangrove di Pantai Utara Mojo Pemalang Jawa Tengah Muhammad Reza Pahlevi; Erny Poedjirahajoe; Ni Putu Diana Mahayani; Aqmal Nur Jihad; Ryan Adi Satria
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.431-438

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu tipe ekosistem dengan karakteristik yang khas pada daerah tropis. Data dan informasi tentang vegetasi di lokasi ini sangat penting untuk diketahui sebagai dasar pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi jenis dan struktur hutan mangrove serta karakteristik habitat di Desa Mojo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Permasalahan utama hutan mangrove yang ada di daerah Mojo Pemalang adalah rusaknya ekosistem mangrove dan kurangnya kepedulian masyarakat tentang konservasi kawasan mangrove. Pengambilan data dilakukan dengan pembuatan petak ukur bersarang (nested sampling). Analisis data yang digunakan dengan mencari nilai kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominansi, dominansi relatif dan juga Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 8 jenis mangrove yang ditemukan di 18 PU. Spesies terbanyak adalah Rhizophora mucronata. Kerapatan tertinggi ada pada Avicennia alba di tingkat pertumbuhan semai. Frekuensi tertinggi ada pada Avicennia alba di tingkat pertumbuhan pohon. Dominansi tertinggi ada pada Rhizophora mucronata di tingkat pertumbuhan pohon. Jenis yang memiliki nilai INP tertinggi adalah Rhizophora mucronata pada tingkat pertumbuhan pancang. Pada tingkat pertumbuhan semai INP tertinggi ada pada jenis Avicennia alba. Pada tingkat pertumbuhan pohon INP tertinggi ada pada jenis Rhizophora mucronata.
Kesesuaian Struktur Vegetasi dan Habitat Hutan Mangrove untuk Silvofishery di Pantai Utara Mojo Pemalang Jawa Tengah Muhammad Reza Pahlevi; Erny Poedjirahajoe; Frita Kusuma Wardhani; Ryan Adi Satria; Dimas Cahya Kurnia Saputra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1227-1236

Abstract

Pembukaan hutan mangrove menjadi tambak diakibatkan oleh permintaan hasil-hasil perikanan dan hasil lainnya seperti kepiting bakau, dan udang yang semakin meningkat telah merusak ekosistem mangrove. Usaha untuk memulihkan fungsi ekosistem mangrove salah satunya melalui kegiatan rehabilitasi yang meliputi penghijauan pantai dengan menanam mangrove dan dengan memanfaatkan silvofishery. Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis faktor fisis, kimia, dan biologis habitat mangrove pada tahun tanam 2001, 2003, dan 2004 (ii) mengidentifikasi lokasi mana saja yang sesuai untuk dijadikan sebagai areal silvofishery pada tahun tanam 2001, 2003, dan 2004. Penelitian dilakukan dengan cara membagi kawasan rehabilitas mangrove menjadi 3 jalur sebagai ulangan dan tegak lurus garis pantai dengan jarak antar jalur 25 m. pada setiap jalur dibagi menjadi 3 zona ke arah darat. Pada setiap zona dibuat PU ukuran 5m x 5m, sehingga total ada 36 PU. Pada setiap PU diukur suhu, DO, salinitas, pH air, ketebalan lumpur, dan kerapatan vegetasi, plankton dan nekton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada lokasi yang sesuai untuk dijadikan sebagai silvofishery, karena beberapa faktor yang belum mendukung pada saat itu, sehingga perlu dilakukan perbaikan dengan cara penelitian lebih lanjut mengenai silvofishery ini dan faktor-faktor yang belum memenuhi kriteria habitat mangrove dalam tabel kesesuaian ekologis tersebut.