Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN NANAS (Ananas Comosus Merr) DAN LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Miller) DI DESA PARIT LABAK KECAMATAN KUALA MANDOR B KABUPATEN KUBU RAYA Andre Dwi Nanda Putra; Joni Gunawan; Asadi Asadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.7490

Abstract

Karakteristik lahan gambut di Desa Parit Labak Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya sangat cocok untuk budidaya tanaman Nanas (Ananas comosus Merr) dan Lidah Buaya (Aloe Bardanensis Milller) . Nanas dan Lidah Buaya adalah tanaman industri yang memilikin peluang dan potensi untuk dikembangkan sebagai suatu komoditas unggulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman nanas (Ananas comosus Merr) dan Lidah Buaya (Aloe Bardanensis Milller) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya. Hasil evaluasi kesesuaian lahan sampai tingkat sub group menampilkan faktor-faktor pembatas pada SPT 1 dan SPT 2 yang mengindikasikan perlunya pengelolaan lahan dalam upaya pemanfaatan lahan. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) menyajikan informasi spasial berupa peta kesesuaaian lahan untuk tanaman nanas dan Lidah Buaya serta informasi luas area dari  masing-masing satuan peta tanah. Hasil evaluasi lahan menunjukkan terdapat beberapa faktor pembatas pada SPT 1 yaitu ketebalan dan kematangan gambut dan pada SPT 2 ketebalan gambut. Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Kata Kunci : Nanas Dan Lidah Buaya, Evaluasi kesesuaian lahan, Gambut.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN SAWAH TADAH HUJAN UNTUK TANAMAN PADI ( Oryza sativa L) DAN SEMANGKA (Citrullus Lanatus Tunb) DI DESA TEMPAPAN KUALA KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS HADALI HADALI; JONI GUNAWAN; ARI KRISNOHADI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10812

Abstract

Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik serta faktor pembatasnya untuk tanaman padi dan tanaman semangka di Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing Kabupaten Sambas dan membuat kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman padi dan semangka di Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilaksanakan di di Tempapan Kuala yaitu salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dimulai dari Desember 2014 sampai dengan Februari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua Satuan Peta Tanah yaitu Pada SPT 1 klasifikasi tanahnya termasuk ke dalam sub group Sulfic Endoaquents dan SPT 2 Typic Sulfaquents. Kelas kesesuaian lahan aktual pada lokasi penelitian adalah S3, rc, nr pada SPT 1 dan N, rc pada SPT 2 untuk tanaman padi dan S3, rc, nr, fh pada SPT 1 dan N, rc pada SPT 2 untuk tanaman semangka.Faktor penghambat untuk tanaman padi yaitu kedalaman tanah (rc) yang dangkal dan pH (nr) yang rendah pada SPT 1 dan untuk SPT 2 faktor penghambatnya adalah kedalaman tanah (rc) yang dangkal, dan faktor penghambat untuk tanaman semangka adalah kedalaman tanah (rc) yang dangkal, pH (nr) yang rendah dan genangan dan tinggi banjir (fh). Rekomendasi  adalah perbaikan drainase dan tata air serta pengapuran. Selain drainase dan tata air serta pengapuran yang direkomendasikan juga ada hal yang tidak bisa dilupakan dan dianggap remeh yaitu penggunaan bibit atau benih unggul untuk menunjang produksi tanaman padi dan semangka.