Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEAT LAND SUITABILITY EVALUATION FOR PEPPER (Piper Nigrum Linn) IN PASAK PIANG VILLAGE SUNGAI AMBAWANG DISTRICTS OF KUBU RAYA REGENCY Teguh Galang Ukhuwah; Joni Gunawan; Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.081 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.25039

Abstract

ABSTRACT Pasak Piang Village Sungai Ambawang Districts Of Kabupaten Kubu Raya Regency was a location that have a large areas for plantation development, especially for pepper to be the main commodity. This plantation commodity has a strong appeal to individual traders as well as legal entities to make it an object of trade. This study aims to determine the characteristics of peatlands and to determine the level of land suitability for pepper plants (Piper Nigrum Linn) and provide recommendations for improvement. The research method are soil survey using grid system, with 200 x 250 m each survey routes. Soil sample has been analyzed in soil fertility laboratory, University Of Tanjungpura. The result showed that on 80 ha wide area has two land mapping unit, which are typic haplohemist on SPT 1, and typic haplosaprist on SPT 2. The actual land suitability class of SPT 1 and SPT 2 are N1r (temporary not suitable). The inhibited factor of SPT 1 and SPT 2 are root condition (peat depth >200cm). Land management to fix the inhibited factor are soil drainage management, sustainability farming, P and K fertilizer it recommendation will increase the potensial land suitability class to S2 (suitable).
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L) DI DESA SOTOK KECAMATAN SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU Kristoforus Arif; ARI KRISNOHADI; RINI HAZRIANI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19139

Abstract

ABSTRAK :Evaluasi kesesuaian merupakan bagian dari proses perencanaan tataguna tanah. Inti evaluasikesesuaian lahan adalah membandingkan persyaratan yang diminta oleh tipe penggunaan lahan yangakan diterapkan, dengan sifat – sifat atau kualitas yang dimiliki oleh lahan yang akan digunakan.Lahan yang akan di evaluasi terletak di Desa Sotok Kecamatan Sekatam Kabupaten Sanggau.Parameter penelitian meliputi: keadaan lingkungan, sifat fisika dan kimia. Kondisi linggkungan yangdiamati meliputi bentuk wilayah dan topografi, iklim, periode banjir, bahaya banjir, tinggi genangan,tata guna lahan, dan vegetasi. Sifat fisik tanah yang diamati meliputi warna tanah, tekstur, kedalamanmuka air tanah, kedalaman efektif, struktur tanah dan konsentrasi tanah. Sifat kimia tanah yangdianalisis di laboratorium, meliputi pH, KTK, N-total, P, K, C-Organik, Na, kejenuhan Al dankejenuhan basa. Hasil penilitian menunjukan bahwa pada lokasi penelitian terdapat satu peta tanah(SPT) yaitu Typic Eutrudepts yang mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S3 – nr, eh, n atausesuai marjinal dengan faktor pembatas KTK, C-organik, N total dan bahaya erosi. Rekomendasipengelolaan terdiri dari pemberian bahan organik sebagai pupuk dasar. Pembuatan teras harusmembentuk kemiringan 100-150. Pembuatan saluran drainase dengan lebar 100cm, dalam 100cm danjarak antara saluran berfariasi tiap 200m-500m. Pemupukan N dilakukan untuk meningkatkan S3menjadi S1 sedangkan pemupukan K dilakukan untuk meningkatkan S2 menjadi S1.Kata Kunci : Evaluasi Lahan, Kakao
Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) Herisman Herisman; Riduansyah Riduansyah; Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.22032

Abstract

ABSTRAKErosi menimbulkan masalah dalam pertanian karena tanah yang tererosi dapat mengurangi ketebalan lapisan tanah atas yang merupakan penyedia nutrisi bagi tanaman telah terkikis dan terangkut akibat terjadinya erosi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Besarnya laju erosi dihitung menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan menggunakan peta-peta tematik sebagai parameter dalam perhitungan USLE, yaitu factor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor pengelolaan tanaman (C), dan faktor pengelolaan tanah (P). Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jetak memiliki luas ± 25.147,20 ha.Penelitian dilakukukan di wilayah Sub DAS Jetak. Lingkup penelitian hanya dibatasi pada penelitian prediksi erosi dengan metode USLE dan dilanjutkan dengan penentuan Indeks Bahaya Erosi (IBE).Hasil perhitungan erosi menunjukkkan  bahwa Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas yaitu sangat tinggi (116,80 – 242,14 ton/ha/th), tinggi (53,18 – 116,79 ton/ha/th), sedang (12,35 – 53,17 ton/ha/th) dan rendah (0 – 12,34 ton/ha/th). Indeks Bahaya Erosi (IBE) Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas, yaitu rendah, sedang,  tinggi dan sangat tinggi. Kelas rendah dengan nilai 0 – 0,98 yang memiliki luas ± 24.062,62 ha, untuk IBE dengan kelas sedang dengan nilai 1,01 - 3,98  yang memiliki luas ± 696,51 ha, untuk IBE dengan kelas tinggi dengan nilai 4,01 – 9,39 dengan luas ± 37,47 ha, sedangkan untuk IBE dengan kategori sangat tinggi dengan nilai IBE 10 – 14,75 yang memiliki luas ± 350,60 ha. Kata Kunci: Daerah Aliran Sungai, Erosi, Indeks Bahaya Erosi, Jetak