siti hadijah
PENGARUH PUPUK KOTORAN PUYUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Revawadi (1), Siti Hadijah(2), Rini Susana(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PUPUK KOTORAN PUYUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING reva wadi; siti hadijah; rini susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.54 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23641

Abstract

ABSTRAKJahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai bumbu, bahan obat tradisional dan bahan baku minuman serta makanan. Tanaman jahe dapat di tanam pada berbagai jenis tanah, salah satunya adalah tanah podsolik merah kuning. Pemanfaatan tanah podsolik merah kuning sebagai media tanam dihadapkan pada berbagai masalah, diantaranya sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. Salah satu usaha untuk mengatasi masalah pada tanah podsolik merah kuning adalah dengan pemberian pupuk kotoran puyuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kotoran puyuh yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe gajah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Jalan A. Yani Pontianak dan dimulai pada tanggal 9 April sampai 30 Juli 2017. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari lima perlakuan, lima ulangan dan tiga tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu : p1 = 581 g/polibag, p2 = 902 g/polibag, p3 = 1223 g/polibag, p4 = 1543 g/polibag dan p5 = 1864 g/polibag. Variabel pengamatan adalah pertambahan tinggi tanaman, jumlah anakan, berat rimpang segar, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering rimpang. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tanaman jahe memberikan respon yang sama terhadap pemberian pupuk kotoran puyuh pada variabel pertambahan tinggi tanaman, berat rimpang segar dan berat kering rimpang dan memberikan respon yang berbeda pada variabel jumlah anakan dan berat kering bagian atas tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk kotoran puyuh 1864 g memberikan rerata tertinggi untuk pertumbuhan dan hasil tanaman dibandingkan dengan dosis lainnya. Berat rimpang segar yang dihasilkan masih belum sesuai dengan deskripsi tanaman jahe gajah.Kata kunci : Jahe Gajah, Kotoran Puyuh, Podsolik Merah Kuning