Labu Madu (Cucurbita moschata) merupakan komoditas tanaman hortikultura semusim dari keluarga Cucurbitaceae. Buah labu madu mengandung serat yang tinggi, antioksidan, beta karoten, vitamin A dan B kompleks. Penggunaan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman labu madu mempunyai banyak kendala diantaranya adalah pH rendah, porositas tinggi dan rendahnya ketersediaan unsur hara. Satu diantara upaya untuk memperkecil porositas pada tanah gambut adalah dengan pemberian bahan organik berupa pupuk kandang kambing dan pemberian pupuk NPK untuk menambah unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi antara pupuk kandang kambing dan pupuk NPK pada tanaman labu madu di tanah gambut serta mendapatkan dosis interaksi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian berlangsung lebih kurang 3 bulan yaitu dari bulan September sampai November 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kandang kambing (P) dan pupuk NPK (N), dengan masing-masing 3 taraf dan 3 ulangan. Taraf pupuk kandang kambing terdiri dari: 13; 15,5; dan 18 ton/ha, sedangkan taraf pupuk NPK terdiri dari: 375, 625, dan 875 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, volume akar, berat kering, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah dan berat buah pertanaman. Pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk NPK tidak menghasilkan interaksi untuk pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu di tanah gambut. Dosis pupuk kandang kambing 13 ton/ha dan dosis pupuk NPK 375 kg/ha merupakan dosis yang paling efisien untuk pertumbuhan hasil tanaman labu madu di tanah gambut.