Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN SALURAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA WANGUNJAYA, CUGENANG Ryobi Irfanto; Hans Dermawan; Aswin O. Hasudungan; Jehuda Christofel Sriwijaya; Artha Wicaksana
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.3639

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan penting dalam melangsungkan hidup. Pada beberapa daerah kebutuhan air bersih masih kurang terpenuhi sehingga mengganggu kehidupan para warganya. Pembuatan saluran distribusi air bersih menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Distribusi air dapat dilakukan secara kolektif dengan membuat penampungan sehingga kebutuhan air bersih tetap terjaga di berbagai musim. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat saluran pipa distribusi air bersih lengkap dengan toren penampung dan toren filtrasi yang tersalur ke 5 rumah warga di RW 02 Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang. Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang merupakan salah satu wilayah yang terdampak akibat bencana gempa bumi yang terjadi pada bulan November 2022. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan survei lapangan untuk melihat kondisi lingkungan, selanjutnya membuat dokumen kerja lapangan dan pelaksanaan, serta dokumentasi dan survei kepuasan masyarakat. Hasil pengabdian didapatkan sumber air yang memiliki debit 432 liter/jam dan debit air bersih setelah filtrasi dan ditampung sebesar 270 liter/jam. Hal ini memenuhi perkiraan kebutuhan air bersih 5 rumah warga yang menjadi sasaran sebesar 120 liter/jam. Survei kepuasan juga menunjukkan bahwa masyarakat penerima bantuan di RW 02 Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang puas akan hasil kinerja pengabdian masyakarat dan berharap dapat dilanjutkan untuk daerah lainnya.
Penerapan Konsep Value Engineering pada Proyek Bangunan Gedung Sekolah : (Studi Kasus: Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Gunungsitoli) Ryobi Irfanto; Iwan Saputra N W; Hans Dermawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v19i1.5254

Abstract

The cost aspects of construction projects are very diverse, such as overbudget, overtime, etc. which are grouped as unnecessary costs. The concept of value engineering can optimize the unnecessary costs. Value engineering is a technique for analyzing job functions or processes to determine "best value", or the best relationship between value and cost. This study aims to apply value engineering to a school building project with a case study of Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Gunungsitoli. Value engineering consist of the preparation stage, the function analysis stage, the creative stage, the evaluation stage, and the recommendation stage. The preparation stage uses the Pareto principle to find out the work of great value to be carried out. The function analysis stage is used to sort out the main and supporting materials, and calculate the cost/worth of the work. The creative stage is finding alternative materials that can replace without changing the function. The evaluation stage is carried out to calculate the latest value of each alternative material. Finally, the recommendation stage is to recommend alternative materials with the lowest costs. The need of data is the Budget Plan (RAB), Unit Price Analysis (AHS), and material data from planners who apply the value engineering. The result of budget planed efficiency is IDR244.531.582 which is 3.76% lower than total initial project’s budget.
Analisis Kinerja Pemeliharaan Elevator Berbasis Risiko Menggunakan FMEA dan Visualisasi BIM pada Gedung Komersial di Jakarta Barat Charlie Imanuel Gunawan; Hans Dermawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5996

Abstract

Elevator merupakan fasilitas transportasi vertikal yang berperan penting dalam menunjang mobilitas pada gedung komersial. Tingginya intensitas penggunaan elevator menuntut sistem pemeliharaan yang efektif untuk menjaga keselamatan dan keandalan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko pemeliharaan elevator menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) serta memvisualisasikan hasilnya ke dalam Building Information Modeling (BIM). Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan kajian data historis pemeliharaan. Analisis risiko dilakukan berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN), kemudian divalidasi menggunakan Action Priority (AP) dan Prinsip Pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen Brake memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 180 dan termasuk kategori High Priority, sedangkan Controller memiliki nilai RPN sebesar 112 dan termasuk kategori Medium Priority. Analisis Pareto menunjukkan bahwa sekitar 80% akumulasi risiko berasal dari 11 komponen utama yang berperan pada sistem penggerak, kontrol, dan keselamatan elevator. Hasil analisis kemudian diintegrasikan ke dalam model BIM menggunakan Autodesk Revit melalui color-coded visualization untuk mempermudah identifikasi komponen kritis. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi FMEA dan BIM dapat mendukung pengambilan keputusan pemeliharaan yang lebih efektif dan berbasis risiko pada gedung komersial.