Uzlah Wahidah
Institut Agama Islam Al-Qodiri Jember, Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Negara Hukum Pancasila Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Indonesia Uzlah Wahidah
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i1.1

Abstract

Segala aspek dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara diatur dalam suatu sistemm peraturan perundang-undangan. Dalam pengertian inilah maka negara dilaksanakan berdasarkan pada suatu konstitusi Undang- Undang Dasar Negara. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap hukum Pancasila serta perlindungan hak asasi manusia pasa mas pandemi covid-19. Adapun metode yang digunakan menggunakan metode kajian Pustaka dengan mengedenpan sumber-sumber informan yang dari berbagai referensi yang terkait dengan undang-undang dasar negara. Adapun hasil penelitian ini adalah Aktualisasi Integritas Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Perlindungan Hak Asasi Manusia Di Masa Pandemi Covid-19 adalah bahwa Setiap kebijakan yang dikeluarkan negara walaupun karena pandemi covid-19 herus tetap menjamin terpenuhinya hak asasi manusia bagi seluruh warga negara, tidak hanya menguntungkan pihak-pihak atau pun kelompok tertentu. Negara juga tidak diperkenankan mencampuri atau menghalangi segala upaya yang dilakukan masyarakat dalam rangka pemenuhan hak asasinya. Pemerintah harus memperhatikan terlaksananya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai Aktualisasi Integritas Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Perlindungan Hak Asasi Manusia Di Masa Pandemi Covid-19.
A Sunnah Monogami dalam Al-Quran dan Hadist Perpektif Faqihudin Abdul Kodir Uzlah Wahidah; Fenita Ayuning Lestari Lestari
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i2.18

Abstract

Paper ini berbicara tentang tema besar terkait dengan sunnah monogami dalam al-quran dan hadist dalam perpektif fakihudin abdul qodir, dengan pendekatan konten analisis dengan kajian literatur untuk untuk membaca pemikiran fakihuddin abdul qodir, ada tiga pertanyana penting, pertama bagaimana konsep sunnah monogami dalam alquran dan hadist ? kedua bagaimana biografi fakihudin abdul qodir ? dan ketiga bagiaman konsep sunnah nonogami dalam al- quran dan hadist perpektif fakihudin abdul qodir, dengan menggunakan konten analisis untuk membaca kosnep sunnah monogami dalam al-quran dan hadist, kajian sunnah monogami dalam al-quran dan hadist dalam pandangan fakihudin abdul qodir,  sedangkan pendekatan sejarah untuk membaca kajian biografi fakihudin abdul qodir,hasil dari riset ini adalah bahwa sunnah monogami dalam alquran dan hadist itu di benarnkan dan fakihudin abdul qodir menyatakan bahwa memang secara al-quran dan hadist monogami itu di sunnahkan.  
Ambivalensi Hukum Wasiat Wajibah Atas Anak Angkat (Paradoksial KHI dan Sistem Hukum Nasional dalam Prinsip Keadilan Wasiat Wajibah) Uzlah Wahidah
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 1 (2024): Januari-Juli
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An adopted child is someone else's child who is officially considered their own child by the adoptive parents according to local customary law, because the aim is for the continuity of offspring and/or maintenance of household assets. In Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection, it is stated that an adopted child is a child whose rights are transferred from the area of authority of the family of parents, legal guardians, or other people responsible for the care, education and raising of the child, into the local environment. adoptive parents' family based on a court decision or order. This research aims to find out the nature of the determination of the mandatory part of the will for adopted children, and to find that the principle of justice in the mandatory will for children has been fulfilled in the KHI. The method used in this research is qualitative with a type of library research using data content analysis methods. The results of the research show that the law on the inheritance rights of adopted children in wills is mandatory in Islam. The scholars have different opinions regarding the permissibility of bequests to adopted children, both adherents of the principle of bilateral inheritance and adherents of the patrilineal school of thought and law. Meanwhile, the principle of justice in obligatory wills for adopted children from the assets inherited from their adoptive parents, Indonesian law provides protection through Article 209 of the Compilation of Islamic Law.