Soekartawi, nFN
Lektor Madya Pada Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Dan Pernah Menjadi Staf Peneliti SDP JawaTimur.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sebuah Catatan Tentang Definisi Petani Besar dan Kecil Soekartawi, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v3n2.1984.11-17

Abstract

IndonesianArtikel ini menyuguhkan ‘cara baru’  bagaimana membuat batasan usahatani ‘besar’ dan ‘kecil’ sebagai usaha untuk memperbaiki ‘cara lama’ (yang biasanya dipakai dengan mendasarkan diri pada batasan nilai tengah atau rata-rata luas usahatani). Model non linear regression di pakai pada cara baru tersebut dan hasilnya ternyata berbeda bila dibandingkan dengan cara lama. Keunggulan cara baru ini adalah mampu di pakai untuk memisahkan usahatani besar dan kecil secara lebih baik berdasarkan masing-masing teknologi yang ada pada kelompok usahatani tersebut dan berdasarkan distribusi luas usahatani yang ada. Sedangkan kelemahan cara baru ini adalah bila paket regresi non-linear belum tersedia di komputer di Indonesia, maka ia tidak dapat dikerjakan. Implikasi dari cara ini adalah pemberian batasan tentang petani atau usahatani besar dan kecil yang keliru akan menghasilkan implikasi  kebijaksanaan yang keliru pula.
Sebuah Catatan Tentang Definisi Petani Besar dan Kecil nFN Soekartawi
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.424 KB) | DOI: 10.21082/jae.v3n2.1984.11-17

Abstract

IndonesianArtikel ini menyuguhkan ‘cara baru’  bagaimana membuat batasan usahatani ‘besar’ dan ‘kecil’ sebagai usaha untuk memperbaiki ‘cara lama’ (yang biasanya dipakai dengan mendasarkan diri pada batasan nilai tengah atau rata-rata luas usahatani). Model non linear regression di pakai pada cara baru tersebut dan hasilnya ternyata berbeda bila dibandingkan dengan cara lama. Keunggulan cara baru ini adalah mampu di pakai untuk memisahkan usahatani besar dan kecil secara lebih baik berdasarkan masing-masing teknologi yang ada pada kelompok usahatani tersebut dan berdasarkan distribusi luas usahatani yang ada. Sedangkan kelemahan cara baru ini adalah bila paket regresi non-linear belum tersedia di komputer di Indonesia, maka ia tidak dapat dikerjakan. Implikasi dari cara ini adalah pemberian batasan tentang petani atau usahatani besar dan kecil yang keliru akan menghasilkan implikasi  kebijaksanaan yang keliru pula.