Puti Archianti Widiasih
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fraud pada Mahasiswa : Melihat Perkembangan Penelitian dengan Analisis Bibliometrik Menggunakan Vosviewers Empi Wanda Hamidah; Naila El Hamra; Amelia Irma Nuryani; Puti Archianti Widiasih
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 2 No 3 (2024): Edisi Januari 2024 - April 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Tjut Nyak Dhien Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jmdb.v2i3.1159

Abstract

Abstract Fraud is a term used to describe dishonest actions that often occur in profit-driven organizations. Though it is commonly associated with accounting practices carried out by employees in large organizations, cases of fraud have also been found in the formal education sector, such as universities. Even student-level organizations are not free from fraudulent practices. One way to prevent fraud, which is a significant problem in Indonesia, is through formal and informal education. The purpose of this study is to analyze the research trends on student fraud and identify potential areas for future research. The study employs a quantitative approach with a bibliometric analysis using VosViewer and Google Scholar as the data source. The research results show that in 2023 there will be 18 article publications and this is the year with the most publications. Published research on fraud that has been carried out previously has been on academic topics as well as describing factors that trigger fraud, such as rationalization, opportunity, and pressure. The findings reveal that the year 2023 will see the highest number of publications with 18 articles. The research suggests that financial reports and religiosity are two areas that offer promising opportunities for further investigation into student fraud. Abstrak Fraud adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan tidak jujur yang sering terjadi di organisasi yang berorientasi pada keuntungan. Meskipun fraud biasanya dikaitkan dengan praktik akuntansi yang dilakukan oleh karyawan di organisasi besar, kasus fraud juga ditemukan di sektor pendidikan formal, seperti universitas. Bahkan organisasi tingkat mahasiswa pun tidak terlepas dari praktik fraud. Salah satu cara untuk mencegah fraud, yang merupakan masalah signifikan di Indonesia, adalah melalui pendidikan formal dan informal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati perkembangan penelitian mengenai fraud pada mahasiswa serta mengidentifikasi peluang penelitian di masa mendatang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan analisis bibliometrik. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi VosViewer, sementara sumber data diperoleh dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terdapat 18 publikasi artikel, menjadikannya tahun dengan jumlah publikasi terbanyak. Penelitian yang telah terpublikasi mengenai kecurangan (fraud) pada mahasiswa sebagian besar berfokus pada topik akademik serta faktor-faktor pemicu kecurangan seperti rasionalisasi, kesempatan, dan tekanan. Namun, penelitian ini juga mengungkap bahwa terdapat area yang masih kurang diteliti dan memiliki potensi untuk dieksplorasi lebih lanjut, yaitu terkait laporan keuangan dan religiositas dalam konteks fraud pada mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran tentang perkembangan terkini, tetapi juga menawarkan wawasan untuk penelitian mendatang di bidang ini.
STRATEGI KOPING DAN WORK LIFE BALANCE PADA MAHASISWA YANG BEKERJA Naila El Hamra; Puti Archianti Widiasih
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1179

Abstract

Tekanan untuk mendapatkan work life balance pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja merupakan suatu hal yang tidak mudah bagi mahasiswa, sehingga dibutuhkan upaya untuk mengurangi tekanan tersebut melalui strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi koping dapat mempengaruhi work life balance pada mahasiswa yang bekerja. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik non probability sampling menggunakan purposive sampling. Penelitian ini mengambil sebanyak 229 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 artinya Ha diterima dan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Strategi Koping berpengaruh terhadap Work Life Balance pada mahasiswa yang bekerja. Besarnya pengaruh dari variabel Strategi Koping terhadap variabel Work Life Balance sebesar 0,085 atau 8,5% dan sebesar 91, 5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pada dimensi Strategi Koping, besarnya pengaruh dari dimensi problem focused coping terhadap variabel Work Life Balance sebesar 0,095 atau 9,5% dan dimensi emotional focused coping berpengaruh terhadap variabel Work Life Balance sebesar 0,065 atau 6,5%. Selanjutnya, besarnya pengaruh dari dimensi dysfunctional focused coping terhadap variabel Work Life Balance sebesar 0,043 atau 4,3%. The pressure to achieve work-life balance for students who study while working is something that is not easy for students, so efforts are needed to reduce this pressure through coping strategies. This research aims to find out whether coping strategies can influence work life balance in working students. The sampling method in this research was carried out using a non-probability sampling technique using purposive sampling. This research took 229 respondents. Data analysis in this study used a simple linear regression test technique. The results of this research obtained a significance value of 0.000 < 0.05, meaning that Ha was accepted and H0 was rejected, so it can be concluded that Coping Strategies have an effect on Work Life Balance in working students. The magnitude of the influence of the Coping Strategy variable on the Work Life Balance variable is 0.085 or 8.5% and 91.5% is influenced by other factors not examined in this research. In the Coping Strategy dimension, the magnitude of the influence of the problem focused coping dimension on the Work Life Balance variable is 0.095 or 9.5% and the emotional focused coping dimension has an influence on the Work Life Balance variable of 0.065 or 6.5%. Furthermore, the magnitude of the influence of the dysfunctional focused coping dimension on the Work Life Balance variable is 0.043 or 4.3%.
Bertahan di Dunia Digital: Koping Religius dengan Penerimaan Diri Korban Perundungan Siber Indirahma Arifi; Puti Archianti Widiasih
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i2.33590

Abstract

Perkembangan internet dan penggunaan media sosial yang semakin meningkat menjadi alasan terjadinya perundungan siber, yang merupakan tindakan agresif terus menerus dan seringkali tanpa tujuan yang jelas. Korban perundungan siber cenderung mengalami dampak negatif terhadap penerimaan diri, yang merupakan landasan penting dalam menerima dan memahami kemampuan diri, pengalaman pribadi, dan pengalaman orang lain. Pengalaman negatif korban, dapat dihadapi dengan strategi koping efektif, yakni koping religius sebagai upaya memahami dan menghadapi stresor dengan cara yang dianggap sakral. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan koping religius dengan penerimaan diri. Penelitian ini menggunakan The Brief Religious Coping (BRCOPE) dan Berger’s Self Acceptance Scale yang keduanya telah diadaptasi. Jumlah subjek sebanyak 206 orang berusia 18-25 tahun. Teknik analisis menggunakan spearman correlation yang menunjukkan hubungan positif antara koping religius positif dengan penerimaan diri (r = 0,160, p = 0,021, p < 0,05) dan hubungan negatif antara koping religius negatif dengan penerimaan diri (r = 0,516, p = 0,000, p < 0,01). Artinya, penelitian ini menemukan bahwa koping religius positif berhubungan dengan peningkatan penerimaan diri pada dewasa awal korban perundungan siber, sementara koping religius negatif berhubungan dengan penurunan penerimaan diri.   The development of the internet and the increasing use of social media are the reasons for cyberbullying, which is a continuous aggressive action and often without a clear purpose. Victims of cyberbullying tend to experience a negative impact on self-acceptance, which is an important foundation in accepting and understanding one's abilities, personal experiences, and the experiences of others. Victims' negative experiences can be faced with effective coping strategies, namely religious coping as an effort to understand and deal with stressors in a way that is considered sacred. Therefore, this study aims to find out the relationship between religious coping and self-acceptance. This study used The Brief Religious Coping (BRCOPE) and Berger's Self Acceptance Scale, both of which have been adapted. The number of subjects was 206 people aged 18-25 years. The analysis technique used Spearman correlation which showed a positive relationship between positive religious coping and self-acceptance (r = 0.160, p = 0.021, p < 0.05) and a negative relationship between negative religious coping and self-acceptance (r = 0.516, p = 0.000, p < 0.01). That is, this study found that positive religious coping is associated with increased self-acceptance in early adult victims of cyberbullying, while negative religious coping is associated with decreased self-acceptance.