Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Limiting the age for candidates of public officials viewed by human rights and moral perspective Lutfiadi Lutfiadi; Noer Dini Camelia; Win Yuli Wardani; Febrina Heryanti; Sapto Wahyono
LEGAL BRIEF Vol. 13 No. 2 (2024): June: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v13i2.982

Abstract

Elections are a key requirement of a democratic state. Democracies uphold human rights. There are human rights that can be restricted and Elections are a key requirement of a democratic state. Democracies uphold human rights. There are human rights that can be restricted and those that cannot. The right to be elected and to vote in public office is a human right that can be restricted by the state, but the restriction must be based on reasons that are in line with morality. This research aims to understand whether restrictions on the right to be elected and to vote based on age are in line with the law and morals or vice versa. This research is normative legal research that focuses on the problem of legal norms at the level of positive law, legal theories, and principles. The approaches used are legislation, literature review, conceptual approaches. The result is that all forms of restrictions on the community to participate in state life are restrictions on human rights. Restrictions on human rights are a violation of moral values. The conclusion is that a democratic state should not limit a person's right to vote and elect. The state should leave it entirely up to the people, whether they want to vote for that person or not. The Constitutional Court should not create new norms, the Constitutional Court should only have the authority to declare a certain legal norm contrary to the 1945 Constitution or not
Inovasi Penanaman Jiwa Enterpreneur Berbasis Ekonomi Syariah pada Guru dan Santri MDTA Raudlatul Thalibin II Pandemawu Timur Suhaimi Suhaimi; Sapto Wahyono; Mohammad Fahrur Rozi; Febriayanto Febriayanto; Adella Erliyanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.2970

Abstract

Pendidikan Madrasah merupakan elan vital keberlangsungan pendidikan berbasis keagamaan di Nusantara. Karena pendidikan ini memiliki arti penting untuk menjaga akhlak, etika dan moral bangsa Indonesia di tengah carut-marutnya kehidupan era modern dan global yang dipenuhi dengan efek negatif bertolak belakang dengan ajaran agama. Maka upaya secara dini harus dilakukan untuk memajukan segala hal yang telah disebutkan sebagai bentuk mempertahankan dan memajukan pendidikan madrasah agar tidak tergilas oleh perubahan zaman. Dengan demikian, pendidikan madrasah tidak hanya diorientasikan pada pendidikan keagamaan saja, akan tetapi sebagian diarahkan pada kemampuan managerial dalam berwira usaha yang ditujukan pada para guru dan santri agar tertanam jiwa interprenuer yang berbasis ekonomi syariah. Tujuan inovasi penanaman jiwa interprenuer; pertama, memberikan penanaman pada guru dan santri agar memiliki jiwa berwira usaha sesuai dengan ketentuan syariah. Kedua, menguatkan ekonomi kerakyatan dalam menghadapi era modernisasi dan globalisasi yang pada akhirnya dapat menumbuh kembangkan pendidikan madrasah di Nusantara.