Baideng, Eva L.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KELOMPOK TANI TOMAT DALAM PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU DI DESA KAKASKASEN I DAN KAKASKASEN III UNTUK MEMANTAPKAN PRODUKSI DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI Baideng, Eva L.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditi yang diusahakan oleh petani di desa kakaskasen I dan kakaskasen III. Namun produksi tomat di desa tersebut berfluktuasi dan rendah disebabkan oleh serangan hama dan penyakit tumbuhan. Menurut pengakuan petani di desa tersebut, apabila serangan hama berat maka akan menyebabkan gagal panen sehingga petani mengalami kerugian. Untuk menyelamatkan produksi tomat, petani melakukan pengendalian hama dengan penyemprotan insektisida secara terjadwal sebanyak 2 kali seminggu dengan mencampur beberapa jenis insektisida, karena hama mulai resisten dengan hanya menyemprot satu jenis insektisida saja. Hal tersebut menimbulkan biaya produksi yang tinggi untuk pengadaan insektisida sedangkan hasil produksi yang didapatkan kurang baik karena serangan hama pada tanaman tomat relatif masih tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan cara untuk merakit satu metode yang kompatibel yang disebut sebagai “Pengendalian Hama Terpadu”(PHT). Tujuan program ini yaitu yaitu adanya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengendalian hama. Konsep pengendalian hama terpadu yang akan ditransfer adalah isolasi dan perbanyakan jamur antagonis Trichoderma koningii, penggunaan perangkap berperekat kuning (Yellow Sticky Trap atau YST), penggunaan pestisida nabati yang berasal dari ekstrak Derris elliptica, dan pemakaian Mulsa Plastik Hitam Perak. Metode yang dilakukan yakni penyuluhan, demonstrasi, dan penanaman tomat selama satu musim tanam dengan perbandingan perlakuan PHT dan Non PHT. Target dari kegiatan ini memberikan motivasi kepada petani agar mampu mengubah kebiasaan ketergantungan menggunakan insektisida sintetik sehingga pencemaran lingkungan dapat ditekan dan produksi tanaman dapat meningkat. Luaran dari kegiatan ini yaitu 1) Petani mampu mengisolasi dan memperbanyak Trichoderma koningii, 2) Petani mampu membuat dan mengaplikasikan ekstrak tanaman Derris elliptica; 3) Petani mampu membuat Perangkap Berperekat Kuning; 4) Petani mampu menggunakan mulsa plastik hitam perak.
JENIS DAN PADAT POPULASI HAMA PADA TANAMAN PERANGKAP Collard DI SAYURAN KUBIS Baideng, Eva L.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis (Brassica oleracea var.capitata L.f.alba DC) merupakan salah satu sayuran yang sangat digemari masyarakat di Sulawesi Utara. Rendahnya produksi kubis di Sulawesi Utara disebabkan sistem bercocok tanam yang masih bersifat konvensional dan tingkat serangan hama yang cukup tinggi.Penggunaan tanaman perangkap (trap corp) untuk mengendalikan hama secara kultur teknis pada dasarnya masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati tingkat efektifitas tanaman collard sebagai tanaman perangkap hama pada pertanaman sayuran kubis. Metode yang dilakukan yakni melalui pengamatan jenis dan padat populasi hama pada tanaman perangkap collard dengan perbandingan jenis dan padat populasi hama pada tanaman kubis. Pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) didasarkan pada pedoman pengendalian hama terpadu (PHT) hortikultura yaitu secara sistematis pada tanaman kubis 1, 5, 10, 15 dan seterusnya dan pada tanaman perangkapnya. Waktu pengamatan dilakukan pada 14 HST, 21 HST, dan seterusnya dengan interval waktu seminggu sekali sebanyak 7 kali pengamatan.Jenis dan padat populasi hama pada tanaman perangkap Collard lebih rendah dibandingkan pada tanaman kubis. Ditemui ada 4 jenis hama yang ada pada tanaman perangkap Collard yakni Aphis sp, Liriomyza brassicae, Crocidolomia binotalis, Plutella xylostella dengan rataan padat populasi terbanyak yakni Aphis sp dan Liriomyza brassicae sebanyak 3,40 dan 2,30. Sementara pada tanaman kubis ditemukan sebanyak 7 jenis hama yakni Aphis sp, Liriomyza brassicae, Plutella xylostella, Chrysodeixis chalcites, Crocidolomia binotalis, Grylotalpa sp, Spodoptera sp dengan rataan padat populasi terbanyak  Aphis sp dan Crocidolomia binotalis sebanyak 249,68 dan 8,21. Hal ini menunjukan bahwa tanaman Collard bukan merupakan tanaman perangkap yang efektif untuk digunakan pada tanaman kubis karena baik jumlah jenis yang terperangkap maupun padat populasinya lebih rendah daripada tanaman kubis sebagai tanaman yang dibudidaya.