Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pencegahan ISPA dengan Program K3 dan Moderate Exercise pada Pekerja Pabrik Mebel di Sukoharjo Arif Pristianto; Ery Nafisah Hanum; Cartika Volta Pradanov; Alreda Fitriana; Candra Arung Ariyani
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v4i1.274

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah. Pekerjaan bidang industri mebel menjadi salah satu contoh pekerjaan dengan risiko tinggi terjadinya ISPA. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan terkait pencegahan ISPA adalah untuk meningkatkan kesadaran diri dalam mementingkan kesehatan dan keselamatan diri dalam bekerja. Sebagai tujuan akhirnya, edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja pekerja di pabrik mebel PT. Giri Bangun Angkasa, Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode edukatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan media poster edukasi terkait pencegahan ISPA berupa pentingnya penggunaan masker dan pemberian aerobic moderate exercise. Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya pengetahuan peserta yang diukur menggunakan kuisioner pre-test dan post-test sebesar 26,7 points. Kegiatan dilaksanakan dengan baik dan lancar, dilihat dari antusias peserta dalam bertanya terkait materi yang dipaparkan.
Manajemen Fisioterapi Pada Kasus Cerebral Palsy Diplegia Spastik Di Ypac Prof. Dr. Soeharso Surakarta: Case Report Cartika Volta Pradanov; Agus Widodo; Edy Waspada
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 3 No. 1 (2025): JURDIKES - JUNI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v3i1.527

Abstract

Cerebral Palsy (CP) adalah kondisi medis yang mempengaruhi kontrol otot. Cerebral berarti kedua bagian otak dan palsy berarti ketidakmampuan untuk bergerak secara tepat. Gangguan ini ditandai dengan perkembangan motorik yang abnormal atau terlambat, seperti diplegi spastik, hemiplegi, atau tetraplegi, yang sering disertai dengan retardasi mental, kejang, atau ataksia. Beberapa terapi yang diberikan menggunakan myofascial release, strengthening exercise, core stability, dan mobilisasi. Beberapa terapi tersebut diberikan kepada An. MH berusia 16 tahun dengan keadaan cerebral palsy spastik tipe diplegia diberikan selama 4 kali terapi dapat disimpulkan bahwa adanya sedikit perubahan yang diharapkan terkait tonus pada otot dan kemampuan fungsional.