Covid-19 has triggered many activities that must be done from home by utilizing the power of internet. One of the activities affected by the virus outbreak is training held at PLN UPDL Suralaya. Training activities that was previously caried-out in person was then performed by using distance learning (DL) method. Even though COVID-19 endemic era has arrived, distance learning activities at PLN UPDL Suralaya are still performed. In 2022, PLN UPDL Suralaya will hold 64 distance learning courses. The training has undergone a level 1 evaluation assessment to assess the quality of its implementation. The current evaluation method it’s drawback such as : average calculation using the same weight for each statement/criterion. The Level 1 evaluation calculations should be calculated based on the weight that most influences training/learning so that the evaluation results become more accurate in assessing the quality of implementation. The AHP and TOPSIS methods can used to calculate level 1 evaluations, so that quality of distance learning can be assessed accurately. AHP is used to create a pairwise comparison matrix which is then carried out by weighting the criteria and testing the level of consistency of the matrix. TOPSIS is a method that can be used in alternative decision making by ranking the test results where the best value or decision is the one that approaches the positive value. The results of the level 1 evaluation calculation using the AHP and TOPSIS method for the 20 (twenty) best DL shows that the DL’s ranking has changed compared to the old level 1 evaluation calculation. 5 (five) DL’s remained in their rankings, 6 (six) DL’s experienced an increase in their rankings and 9 (nine) DL’s experienced a decrease in their rankings. ABSTRAKCovid-19 memicu banyaknya kegiatan yang pada akhirnya harus dilakukan dari rumah dan dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring). Salah satu kegiatan yang terdampak dari wabah ini adalah diklat/pembelajaran yang diselenggarakan di PLN UPDL Suralaya. Kegiatan diklat/pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka, harus dilaksanakan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Meskipun saat ini sudah masuk dalam era endemi covid-19, kegiatan PJJ di PLN UPDL Suralaya tetap diselenggarakan. Pada tahun 2022, PLN UPDL Suralaya telah menyelenggarakan diklat PJJ Pembangkitan sebanyak 64 diklat. Sudah dilakukan penilaian evaluasi level 1 terkait pelaksanaan diklat tersebut untuk menilai kualitas penyelenggaraannya. Evaluasi level 1 yang digunakan saat ini memiliki kekurangan, yaitu rata-rata perhitungan evaluasi dilakukan menggunakan bobot yang sama untuk masing-masing pernyataan/kriteria. Perhitungan evaluasi level 1 seharusnya dihitung berdasarkan bobot yang paling mempengaruhi diklat/pembelajaran, sehingga hasil evaluasi menjadi lebih akurat untuk menilai kualitas penyelenggaraannya. Metode Analytical Hierarcy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dapat digunakan untuk menghitung evaluasi level 1 agar kualitas PJJ dapat dinilai dengan akurat. AHP digunakan untuk pembuatan matriks perbandingan berpasangan yang kemudian dilakukan pembobotan kriteria dan uji tingkat konsistensi terhadap matriks tersebut, TOPSIS adalah sebuah metode yang dapat digunakan dalam alternatif pengambilan sebuah keputusan dengan cara melakukan perangkingan hasil uji dimana nilai atau keputusan terbaik adalah yang mendekati nilai positif. Hasil dari perhitungan evaluasi level 1 dengan metode AHP TOPSIS untuk 20 (dua puluh) PJJ pembangkitan terbaik didapatkan bahwa peringkat PJJ mengalami perubahan dibandingkan dengan perhitungan evaluasi level 1 yang lama. 5 (lima) PJJ tetap peringkatnya, 6 (enam) PJJ mengalami kenaikan peringkat dan 9 (sembilan) PJJ mengalami penurunan peringkat.