Rosywidya Putri Utami
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Kualitas Bakteriologis Air Bersih dan Kondisi Lingkungan Berdasarkan Kasus Diare di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur 2022 Rosywidya Putri Utami
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 4 (2023): Volume 18 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.4.2023.19-26

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan, yang salah satu faktor penyebabnya adalah faktor lingkungan, seperti air bersih, sarana pembuangan tinja manusia (jamban), sarana pembuangan air limbah (SPAL), dan tempat pembuangan sampah. Di NTT, diare menjadi salah satu masalah utama yang menjadi perhatian karena angka kesakitan diare yang masih mengalami peningkatan dari tahun 2017-2020 terutama pada Kabupaten Sumba Timur yang memiliki angka prevalensi diare di atas prevalensi diare provinsi dan prevalensi diare nasional. Dengan Geographic Information System (GIS), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas bakteriologis air bersih dan kondisi lingkungan berdasarkan kasus diare di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan incidental retrospektive kasus diare tiga bulan terakhir sebelum penelitian, yaitu Bulan September-November 2022. Kemudian, digambarkan dengan Geographic Information System (GIS) dan dianalisis menggunakn metode Interpolation dan Average Nearest Neighbor. Hasil: Sebanyak 49 kasus diare memiliki pola sebaran clustered (mengelompok). Sumur gali merupakan jenis sumber air bersih yang paling banyak digunakan dan 68,4% diantaranya mengandung bakteri E.coli. Kondisi lingkungan lainnya yang berkaitan dengan penularan penyakit adalah kepemilikan sarana pembuangan tinja manusia (jamban), sarana pembuangan air limbah (SPAL), sarana pembuangan sampah (tempat sampah), dan kandanag hewan ternak. Kesimpulan: Zona oranye-merah meliputi wilayah aliran Sungai Kambaniru perbatasan Kelurahan Lambanapu dan Kelurahan Mauliru hingga Kelurahan Mauliru bagian selatan merupakan wilayah dengan jumlah bakteri E.coli tinggi dan sebagian besar penderita diare tidak memiliki jamban, SPAL, tempat sampah, dan memiliki kandang hewan ternak.