Indonesia termasuk salah satu negara yang dilintasi garis khatulistiwa, sehingga memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi, kelembapan udara besar, serta paparan sinar matahari sepanjang tahun. Selain itu, posisi Indonesia sebagai benua maritim berbentuk kepulauan yang berada tepat di garis khatulistiwa turut memengaruhi dinamika atmosfer. Dampaknya antara lain penerimaan radiasi matahari harian yang tinggi, gaya Coriolis yang lemah sehingga meningkatkan daya apung, serta terbentuknya awan konvektif (Cumulus dan Cumulonimbus) yang cukup kuat. Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap tingginya intensitas kejadian cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah yang berkontribusi terhadap kejadian bencana di Indonesia, berdasarkan kondisi keruangan, wilayah ini tidak termasuk dalam zona bahaya bencana geologi, melainkan lebih bahaya terhadap bencana hidrometeorologi, seperti cuaca ekstrem, angin puting beliung, dan banjir, khususnya pada periode musim hujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi bahaya bencana angin puting beliung pada wilayah kabupaten Sidoarjo dan memberikan rekomendasi upaya mitigasi yang dapat diterapkan. Penyusunan indeks bahaya dalam penelitian ini dilakukan melalui pendekatan multi-parameter dengan mempertimbangkan empat variabel utama, yaitu curah hujan, suhu permukaan, kemiringan lereng, dan tutupan lahan.