Penelitian ini mengungkap dan mengidentifikasi estetika atau keindahan Tari Kasetyaning Jati dengan titik perhatian pada ide Penciptaan, unsur-unsur tari dan bentuk hubungan sebagai pembentuk keindahan tari. Dalam masa Pandemi, pengkarya berusaha untuk tetap mencipta, berkarya dengan segala bentuk keterbatasan. Dengan sebuah sudut pandang pada pertunjukan-pertunjukan tari pada satu bentuk penciptaan dengan melakukan eksperimen, pencarian dan pengolahan gagasan tanpa meninggalkan spirit tubuh sebagai esensi dari seni tari. Bukan lagi terpaku pada pembuatan kolase teknik dalam membangun imaji yang akan dihasilkan di sebuah pertunjukan tari dengan meninggalkan fungsinya bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipaparkan tokoh yang dipandang bisa mewakili dan menjadi wadah terhadap ide dan gagasan. Yaitu sosok Dewi Sinta yang menjalani berbagai cobaan dan godaan untuk membuktikan kesetiaannya kepada Sri Rama. Analisis estetik ini juga didasarkan pada konsep estetik kepenarian tari tradisi Jawa gaya Surakarta dan Mangkunegaran, baik teknik maupun rasa sebagai koridornya.