Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknik Penanganan Deformasi Pengelasan Elemen Pendukung Konstruksi Bangunan Kapal Bulan Purnama; Taufiqur Rachman
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 5, Number 1, March 2024 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v5i1.31599

Abstract

Deformation is a change in shape due to stress in the metal caused by expansion of the weld metal during the heating and cooling process which has the potential to reduce the structural strength and operational efficiency of the ship. The forms of deformation due to the welding process on supporting elements of ship construction are shrinkage deformation, corner deformation, deformationbuckling, and longitudinal deformation. This research analyzes the factors that cause welding deformation in supporting elements of ship construction, identifies existing welding deformation handling techniques, and analyzes the effectiveness of deformation handling techniques to maintain the structural integrity of ship buildings. It is hoped that this research can make a scientific contribution in improving the quality, aesthetics and safety of ship construction, as well as increasing the efficiency of the shipbuilding production process. The research method used is in the form of a literature study by accessing library documents or secondary data from existing case studies. This deformation is caused by heat in the material, the expansion coefficient and the heat propagation coefficient. Techniques for handling welding deformation on supporting elements of ship construction can be applied by heating (firing) and cooling. This will provide excellent results if carried out with the correct procedures in handling deformations that occur between supporting elements of ship construction during the fabrication process. Keyword: Dari kata kunci abstrak
IDENTIFIKASI KESELAMATAN KERJA KEGIATAN BONGKAR MUAT IKAN DI PELABUHAN PAOTERE Irfaniyanti Irfaniyanti; Windi Widianingrum; Taufiqur Rachman; Chairul Paotonan
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13225

Abstract

Salah satu dermaga di Pelabuhan Paotere melayani aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan nelayan di daerah sekitar perairan Makassar. Kegiatan bongkar-muat kapal ikan memiliki banyak potensi terjadinya kecelakaan kerja yang dikhawatirkan dapat menimbulkan korban jiwa. Kecelakaan yang paling sering terjadi yaitu terjatuhnya ABK akibat kondisi dek kapal yang licin. Setiap harinya pada proses kegiatan bongkar muat ikan terjadi kecelakaan kerja berupa terjatuhnya ABK pada saat proses bongkar muat ikan di kapal. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya perhatian ABK dan pemilik kapal terhadap keselamatan kerja pada proses bongkar muatan kapal ikan. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, yakni kewajiban pimpinan perusahaan terhadap pekerja dalam merealisasikan keselamatan kerja. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan potensi kecelakaan kerja pada saat proses bongkar-muat ikan. Manfaat kajian ini adalah memberi pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan ABK dalam proses bongkar-muat ikan. Metode penelitian kualitatif diterapkan dengan melakukan pengamatan langsung objek penelitian dan wawancara denganpihak pengelola pelabuhan, pemilik kapal dan ABK. Angka kecelakaan kerja dalam proses aktivitas bongkar muat kapal ikan dapat diminimalisir dengan penggunaan perangkat keselamatan kerja, diantaranya rubber mat pada dek kapal dan pemakaian alat pelindung diri oleh ABK seperti sepatu karet dan sarung tangan. Potensi kecelakaan kerja lainnya yaitu cedera punggung akibat kesalahan dalam teknik mengangkat muatan hasil tangkapan ikan. Hal ini bisa dihindari dengan memperhatikan teknik mengangkat dan memindahkan barang yang benar, yakni diagonal lift.