Yolanda Mutiara
STAI Ibnu Rusyd Kotabumi Lampung Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI KELUARGA BROKEN HOME SECARA EMOSIONAL Yolanda Mutiara; Halen Dwistia
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan emosional Anak Usia Diniyang berasal dari keluarga broken home di Kecamatan Pangkah. Fokus penelitian meliputi dampak kondisi keluarga terhadap regulasi emosi, interaksi sosial, dan kemampuan adaptasi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari keluarga broken home cenderung mengalami gangguan emosional, seperti rasa cemas, rendah diri, dan kesulitan dalam membentuk hubungan interpersonal. Faktor pendukung dan penghambat perkembangan emosional anak juga diidentifikasi, termasuk peran dukungan sosial dari lingkungan sekitar, seperti keluarga besar dan teman sebaya. Rekomendasi diberikan kepada orang tua, pendidik, dan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan yang suportif dalam mendukung perkembangan emosional anak.
PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI KELUARGA BROKEN HOME SECARA EMOSIONAL Yolanda Mutiara; Halen Dwistia
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan emosional Anak Usia Diniyang berasal dari keluarga broken home di Kecamatan Pangkah. Fokus penelitian meliputi dampak kondisi keluarga terhadap regulasi emosi, interaksi sosial, dan kemampuan adaptasi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari keluarga broken home cenderung mengalami gangguan emosional, seperti rasa cemas, rendah diri, dan kesulitan dalam membentuk hubungan interpersonal. Faktor pendukung dan penghambat perkembangan emosional anak juga diidentifikasi, termasuk peran dukungan sosial dari lingkungan sekitar, seperti keluarga besar dan teman sebaya. Rekomendasi diberikan kepada orang tua, pendidik, dan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan yang suportif dalam mendukung perkembangan emosional anak.